Ilustrasi siswa RA. (Foto istimewa)

Ilustrasi siswa RA. (Foto istimewa)



MALANGTIMES - Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang semakin mantap dalam memperkuat karakter, moral, dan akhlakul karimah ke anak didiknya. Pada siswa madrasah, tahun ini dilakukan penanaman karakter rahmatan lil alamin di samping karakter islami.

Sedangkan pada Raudatul Athfal (RA) atau jenjang pendidikan anak usia dini, Kemenag Kota Malang akan menanamkan pembiasaan mengucap maaf dan terima kasih.

Hal ini dinyatakan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Drs Sutrisno MPd saat ditemui di kantor Kemenag beberapa waktu yang lalu.

"Saya tahun ini punya program untuk ada karakter yang harus kita tanamkan, yakni karakter yang ucapan terima kasih dan permohonan maaf," ujarnya.

Perlu diketahui, ada 3 prinsip dalam pendidikan karakter, yaitu berorientasi pada berkembangnya potensi peserta didik secara menyeluruh dan terpadu; keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan; serta berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, penanaman karakter mengucap terima kasih dan mohon maaf itu akan dilakukan melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari tersebut. Jadi, pendidikan karakter tersebut dilaksanakan secara terintegrasi.

"Pembelajaran tentang kebiasaan minta maaf dan ucapan terima kasih. Ini yang akan saya terapkan," tandas Tris sekali lagi.

Membangun pendidikan karakter sendiri memang perlu dimulai sejak RA. Jika akarnya kuat maka pohon tidak akan mudah rubuh dan jika diterpa angin akan mampu bertahan. Demikian halnya pendidikan karakter yang penting untuk ditanamkan sejak usia dini di jenjang RA.

Tris menyatakan, program barunya ini nantinya akan disimulasikan betul oleh guru di RA.

"Program ucapan terima kasih dan minta maaf ini yang akan saya sampaikan di RA. Dan disimulasikan betul oleh guru RA," tegas Tris.

Kata maaf dan terima kasih sendiri adalah kata-kata yang sederhana, sangat familiar di telinga, tetapi memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membangun hubungan yang baik antarmanusia.

Kedua kata tersebut, di samping sebagai bagian dari etika komunikasi, juga menjadi sarana mendidik karakter seseorang supaya memiliki budi pekerti yang baik. Karena itu, Kemenag akan serius dalam menerapkan pembelajaran ini.

End of content

No more pages to load