Petugas yang mengevakuasi potongan kaki dan tangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Petugas yang mengevakuasi potongan kaki dan tangan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Publik kembali digegerkan dengan penemuan jasad perempuan yang telah dimutilasi. Jasad perempuan yang diperkirakan berusia 34 tahunan itu ditemukan di lantai dua Pasar Besar Kota Malang, Selasa (15/5/2019).

Sampai sekarang, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif mutilasi tersebut. Beberapa barang bukti seperti surat yang ditulis menggunakan pulpen tinta merah sudah diamankan. Keterangan dari saksi pun terus digali untuk mencari titik terang kasus tersebut.

Sebelum ada penemuan mayat wanita di lantai dua Pasar Besar Kota Malang, publik juga sempat digegerkan sejumlah penemuan mayat yang sengaja dimutilasi sejak awal 2019 ini. Setidaknya tercatat ada tiga kasus mutilasi yang menggegerkan masyarakat.

1. Mutilasi Dua WNI di Malaysia

Awal tahun ini, dilaporkan jika ada dua WNI yang menjadi korban mutilasi di Malaysia. Dua jasad itu diketahui adalah pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan temannya, Ai Munawaroh. Jasad mereka ditemukan di dekat sungai di Malaysia.

Jasad kedua korban mutilasi itu pun sudah dipulangkan ke Indonesia pada Rabu 13 Maret 2019 lalu. Namun pihak kepolisian masih mencari aktor intelektual kasus mutilasi tersebut. Diberitakan sebelumnya, dua korban mutilasi tersebut berangkat ke Malaysia untuk urusan bisnis.


2. Mutilasi Guru Honorer di Kediri

Awal April lalu, masyarakat kembali dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam koper. Jasad tersebut ditemukan tanpa kepala. Setelah melalui proses penyelidikan, pihak berwajib akhirnya menemukan dua pelaku dalam kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Dari hasil penyidikan, kasus tersebut dilatarbelakangi masalah asmara sesama jenis atau homoseksual. Korban yang merupakan guru honorer itu diketahui bernama Budi Hartanto. Budi  digorok oleh dua pelaku, Aziz dan Aris, setelah sebelumnya terlibat cekcok.

Kejadian berawal dari korban yang emosional terhadap pelaku Aris. Ketika itu, Budi menagih uang Rp 100 ribu karena sudah melakukan hubungan badan sesama jenis. Keduanya sudah berhubungan badan sebanyak tiga kali. Terakhir yang keempat sebelum dibunuh.

Dalam setiap berhubungan badan itu, korban selalu diberi uang  oleh Aris. Namun, untuk yang keempat, Aris kebetulan sedang tidak memiliki uang. Dari situ akhirnya terjadi cekcok yang kemudian turut melibatkan Aziz dan berujung pada aksi pembunuhan.

Sementara mutilasi dengan cara memisahkan kepala dan tubuh korban dilatarbelakangi koper yang hendak digunakan untuk membuang korban tidak muat untuk memasukkan seluruh bagian tubuh korban. Sehingga, korban digorok dan tubuhnya dimasukkan ke dalam koper. Sementara kepala di buang di tempat terpisah.


3. Mutilasi Penjaga Kasir Minimarket, Sumatera Selatan

Belum kering ingatan publik akan kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap guru honorer asal Kediri, masyarakat kembali dikejutkan dengan kasus dugaan mutilasi yang terjadi di Sumatera Selatan. Korban diketahui adalah Vera Oktaria, seorang perempuan penjaga kasir minimarket.

Jasad perempuan tersebut ditemukan di penginapan Sahabat Mulya di Jalan Simpang Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (10/5/2019) lalu. Sampai sekarang, kasus tersebut terus diselidiki oleh pihak berwajib.

Dugaan sementara, kasus tersebut masih berkaitan dengan masalah asmara yang melibatkan kekasih Vera Oktaria, yaitu Prada DP. Polda Sumsel menduga kasus kematian Vera ada hubungannya dengan Prada DP berdasarkan penuturan keluarga dan teman dekat korban.

Bahkan, keluarga sempat bercerita jika Vera sering mendapat ancaman dari mantan kekasihnya tersebut. Pasalnya, Vera sudah tidak mau lagi berhubungan. 

 

End of content

No more pages to load