Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya (empat dari kiri) saat meresmkian Kegiatan Pembinaan Wisata Desa Peniwen. Kecamatan Kromengan. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya (empat dari kiri) saat meresmkian Kegiatan Pembinaan Wisata Desa Peniwen. Kecamatan Kromengan. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang melakukan pembinaan terhadap pegiat wisata  di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Selasa (14/5/2019) pagi. Dengan tajuk Kegiatan Pembinaan Wisata Desa Peniwen,  agenda yang berlangsung hingga 15 Mei mendatang itu turut dihadiri puluhan pegiat wisata yang ada di Kecamatan Kromengan.

“Saya rasa potensi wisata yang ada di Kromengan, khususnya di Desa Peniwen, ini sudah bagus. Terbukti, dalam setiap pekannya, sudah ada ratusan wisatawan yang berwisata ke sini (Desa Peniwen),” kata Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara.

Jika melihat potensi yang ada, pria yang akrab disapa Made ini berharap Desa Peniwen bisa menjadi kawasan desa unggulan. “Terhitung pada tahun 2019 ini, kami (Disparbud) bakal fokus menjadikan potensi wisata budaya yang ada di Peniwen menjadi salah satu desa unggulan,” sambung Made.

Dalam agenda pembinaan yang berlangsung mulai pagi hingga sore hari ini (Selasa 14/5/2019), tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) para pegiat wisata di desa setempat. “Selain Monumen Peniwen Affair, di sini juga ada potensi religi, yakni GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan),” terang Made.

Dia menambahkan, dengan potensi yang ada, tentunya bukan hal sulit untuk menjadikan Peniwen sebagai desa wisata unggulan. Apalagi, monumen seperti Monumen Peniwen Affair, misalnya, hanya ada dua di seluruh dunia. “Selain di sini (Desa Peniwen), monumen serupa hanya ada di Swiss. Ini yang akan kami angkat sehingga bisa meningkatkan jumlah pengunjung, baik  wisatawan lokal maupun mancanegara,” imbuhnya.

Made juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan masyarakat Desa Peniwen. Sebab, tanpa atensi khusus dari pemerintah, warga sudah bahu-membahu mengembangkan potensi wisata budaya yang ada di daerahnya. “Saat ini sudah ada sedikitnya 125 home stay yang disediakan bagi wisatawan. Artinya, masyarakat sudah sangat antusias untuk mengembangkan wisata yang ada di daerahnya,” tambahnya.

Selama agenda pembinaan penggiat wisata ini berlangsung, Made bakal menyatukan aspirasi dari warga agar potensi wisata di Desa Peniwen bisa dikelola lebih maksimal. “Mungkin selama tiga hari ke depan, tim bakal menentukan serangkaian upaya guna mempromosikan wisata yang ada di Desa Peniwen ini,” tutup Made.

End of content

No more pages to load