Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jelang perayaan lebaran, tunjangan hari raya (THR) kiranya selalu memiliki warna tersendiri dalam masyarakat. 

Tak ayal, masalah THR juga bisa menimbulkan bentrok ketika perusahaan mengalami ketelatan atau bahkan tidak memberi kepada karyawannya.

Saat ini yang masih menjadikan tanda tanya terkait pemberian THR bagi pegawai honorer. 

Di lingkup Pemerintahan Kota Malang pun tidak ada mekanisme khusus mengenai hal tersebut.

Meski begitu, terkait tunjangan itu Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bakal diserahkan kepada masing - masing dinas terkait. 

Karena hal pegawai honorer yang mengetahui sepenuhnya adalah jajaran masing - masing dinas di lingkup Pemerintahan Kota Malang.

"Soal honorer itu saya serahkan kepada dinas masing - masing, karena yang mengangkat mereka kan dinasnya sendiri," ujar dia, Selasa (14/5).

Pria berkacamata itu menjelaskan, jika honorer pasti akan mendapatkan THR. 

Hanya saja, hal itu tergantung dari setiap jumlah yang diberikan oleh masing - masing dinas terkait.

"Jadi pakai kearifan lokal masing - masing. Biasanya teman - teman ASN mendapat itu gaji ke 13 dan 14 yang THR nanti mereka urunan (iuran) buat diberikan kepada tenaga honorernya," imbuh dia.

Sementara itu, terkait dengan pencairan dana THR dan gaji ke-13 PNS Pemkot Malang akan melaksanakan dalam waktu dekat. 

Meski dalam PP No. 35 dan 36 tahun 2019 tentang pembayaranTHR dan Gaji ke-13 disebut pencairannya diatur dalam Perda.

"Nggak ada masalah dengan Perda, itu kan hanya teknis saja. Karena THR dan gaji ke-13 PNS dan anggota Dewan, sudah dianggarkan dalam APBD 2019," pungkas dia.

End of content

No more pages to load