MALANGTIMES - Kuatkan jati diri sebagai Kota Heritage, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertamanan dan Permukiman (Perkim) Kota Malang telah merekonstruksi Taman Chairil Anwar. 

Taman yang berada di kawasan Kayu Tangan itu saat ini sudah dalam tahap penahan, dan menelan anggaran Rp 166 juta.

Plt Kepala Disperkim Kota Malang, Diah Ayu Kusumawardani menyampaikan, langkah menata kembali (rekonstruksi) Taman Chairil Anwar telah mempertimbangkan dua hal yakni aspek kesejarahan dan aspek sosial.

Pertama adalah pada aspek sejarah. Sebagai bangunan yang sangat bersejarah, monumen Chairil Anwar menjadi salah satu bangunan kebanggaan bagi warga Kota Malang. 

Karena di Indonesia, hanya ada dua monumen penyair legendaris itu.

"Namun dari hasil evaluasi skala visual,  dengan perkembangan yang ada monumen Chairil Anwar tidak nampak secara menonjol pada view kota," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES, Selasa (14/5/2019).

Sehingga, masyarakat harus lebih tahu sejarah monumental patung Chairil Anwar melalui rekonstruksi ulang yang dilakikan. 

Rekonstruksi itu dilakukan dengan cara meninggikan posisi patung.

Sementara pada aspek sosial, lanjutnya, rekonstruksi taman dibobotkan pada respons dan upaya Pemkot Malang ntuk menata taman. 

Sehingga dapat menampung aktivitas komunitas pecinta taman di area tersebut. 

Sedangkan untuk biaya yang disiapkan untuk pembangunan dan rekonstruksi Taman Chairil Anwar sebesar Rp 166.561.000. 

Dengan luasan area 240,28 meter persegi dan berbentuk segitiga dan pedestrian yang mengelilingi.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, untuk menguatkan terus Malang sebagai kota heritage maka harus ada banyak upaya yang dilakukan. 

Salah satunya dengan terus melestarikan keberadaan Taman Chair Anwar yang memiliki nilai histori yang tinggi.

Karena di Indonesia sendiri, kota yang memiliki patung Chairil Anwar,  hanya ada dua kota yaitu Jakarta dan Kota Malang. 

Namun yang dinilai memiliki nilai lebih secara historis adalah Kota Malang.

"Karena yang di Jakarta patung Chairil Anwar disandingkan dengan tokoh tokoh lainnya serta berada dalam gedung Monas. Sementara di kota Malang berdiri sendiri dan berada di ruang terbuka," imbuhnya.

Dalam catatan sejarah, Chairil Anwar dengan syair syair yang melegenda dan menebarkan semangat juang seperti 'Aku', 'Si Binatang Jalang' hingga 'Karawang Bekasi', pernah hadir dan terlibat aktif dalam pergerakan kebangsaan di kota Malang.

Tepatnya pada 25 Pebruari 1947 sampai dengan 6 Maret 1947. 

Penyair yang terlahir 26 Juli 1922 ini hadir di kota Malang pada Sidang Pleno ke - 5 Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Gedung Societiet Concordia (sekarang gedung Sarinah red). 

Sidang pleno itu pula yang akan menjadi cikal bakal keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.

Protet kesejarahan itu lah yang menjadi pijak program tata ulang Taman Chairil Anwae sekaligus menguatkan Malang City Heritage. 

Karena keberadaan Taman Chairil Anwar seakan menjadi Triangle View bersama dengan Gereja Katolik Hati Kudus yang didirikan tahun 1905 (sebelah gedung concordia) dan keberadaan toko OEN yang berdiri sejak 1930.