Beberapa siswa SMPN 2 Kota Malang saat menerima hadiah dalam acara Journalist Camp 2019 (Foto : Dokumentasi SMPN 2 Kota Malang)

Beberapa siswa SMPN 2 Kota Malang saat menerima hadiah dalam acara Journalist Camp 2019 (Foto : Dokumentasi SMPN 2 Kota Malang)



MALANGTIMES - Masuk dalam lima besar pada ajang Journalist Camp yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Malang bersama MalangTIMES belum lama ini, SMPN 2 Kota Malag kini lebih semangat mengisi konten website.

Ya, sekolah yang berada di Jl Laksamana Martadinata No 84, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang itu mampu menduduki peringkat ke 4 dari 100 sekolah se - Kota Malang yang ikut serta di ajang tersebut. 

Bagaimana tidak, sederet konten menarik mengenai potensi yang dimiliki Kota Malang dikemas dalam bentuk Web dan Vlog yang keren. 

Untuk konten websitenya, pihak SMPN 2 melibatkan sebanyak 30 siswa dari OSIS. 

Para siswa ini membuat konten mengenai potensi yang dimiliki Kota Malang. 

"Ya, bermacam - macam menganai potensi Kota Malang. Mulai dari kulinernya, taman - taman, masalah air seperfi banjir, sampah, dan untuk informasi sekolah seperti penghargaan adiwiyata itu," ungkap Pendamping Lomba Website Journalist Camp 2019 SMPN 2 Kota Malang, Wulan Dahliana Putri.

Sedangkan untuk lomba Vlog, Pendamping Siswa Lomba Vlog Journalist Camp 2019 SMPN 2 Kota Malang, Agus Arif Al Fajar mengatakan dari enam siswa kelas VIII yang mengikuti pembuatan lomba ini mengambil tema sederhana di lingkungan sekitarnya di Kota Malang yang dikemas bahasa jurnalistik dan Vlog.

"Mulai dari CFD, kemudian kampung tematik. Bisanya kan Kampung Warna - Warni saja, ini kita mengambil juga kampung Biru Arema dan Heritage," ujar dia kepada MalangTIMES, Selasa (14/5).

Selain itu, para siswa ini juga mengambil tema alam. Seperti membuat konten mengenai flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). 

"Kita juga mengambil sektor bisnis, jadi mereka datang ke daerah Pasar Splendid di Kauman, disana mereka mengeskplore mengenai flora dan fauna. Selain untuk kebutuhan konten, mereka juga belajar mengenai roda perekonomian di pasar tradisional," imbuh dia.

Meski di sekolah ini sudah ada kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik, ia berharap Journalist Camp bisa berlangsung setiap tahun dengan agenda yang lebih menarik. 

Seperti materi teknis mengenai sinematografi dan editing, kemudian pengetahuan akan memilah sebuah artikel yang valid dan hoax.

"Kita ingin kedepan ada penambahan materi mengenai tips and trick untuk mengenali artikel ini informasinya valid atau hoax. Kemudian teknis sinematografi dan juga editingnya seperti apa. Apa saja media yang menulis mengenai web blog, opini, jurnalis, kemudian web jurnalis tapi yang condong ke arah opini seperti apa," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 20 Kota Malang, Sri Nuryani mengaku sangat senang dan mendukung adanya kegiatan Journalist Camp bagi siswa - siswi sekolah. 

Karena kegiatan itu bisa memberikan pembelajaran bagi siswanya untuk lebih berani mengeskplore mengani minat bakat dan juga sekolahnya.

"Sangat senang dan mendukung sekali, bahkan ingin ada kegiatan seperti ini sudah sejak lama buat mengembangkan kreativitas siswa. Apalagi eranya sudah 4.0, ini momen untuk memberikan mereka kesempatan dan motivasi bukan hanya pada murid tapi juga untuk sekolah dalam membuat web," ungkap dia.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini bisa berlangsung setiap tahunnya. 

Karena melalui acara berbasis digital ini akan lebih membuat siswanya untuk belajar secara mandiri.

"Semangat guru dan siswa kiranya bisa lebih bagus lagi dalam membuat konten website sekolah ini. Anak - anak juga diharapkan mampu menambah semangat belajar, yang tidak hanya terbatas dari guru tapi mereka bisa belajar mandiri melalui web," paparnya.

Salah satu siswa yang mengikuti Journalist Camp, Muhammad Raffa Anggara Putra mengungkapkan kesenangannya belajar membuat konten seperti Vlog dan Website. 

Dimana sekolah belum tentu bisa memberikan pelajaran yang fokus ke arah itu.

"Dengan ikut acara ini kan kita menjadi lebih tau cara membuat Website dan Vlog. Kemudian untuk kemajuan website sekolah kalau saya berharap akan lebih diisi dengan hal yang kreatif dan diambah konten youtube juga," pungkasnya.

Diketahui, kegiatan Journalist Camp 2019 yang digelar kedua kalinya ini hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Malang dengan media online MalangTIMES serta didukung oleh Air Asia dan Indomaret. 

Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi era 4.0 dan tetap berpegang teguh pada karakteristik dan kebudayaan bangsa.

End of content

No more pages to load