Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wali Kota Malang, Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Pertengahan 2019, perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang ditarget rampung. 

Artinya, perampingan tersebut sudah selesai dilakukan sebelum APBD 2020 ditetapkan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pembahasan berkaitan dengan perampingan OPD di lingkungan Pemkot Malang tersebut sudah dilakukan dan terus dibahas. 

Tim yang bertugas terus berkeliling menyamakan persepsi dari masing-masing OPD dengan konsep baru yang akan diterapkan.

"Maksimal sebelum APBD 2020 ditetapkan, perampingan harus sudah selesai," jelasnya.

Dia menjelaskan, perampingan OPD sengaja dilakukan untuk melakukan efisiensi terhadap penggunaan anggaran dan program kerja. 

Selain itu, perampingan OPD juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena rencana perampingan 37 OPD Kota Malang menjadi 22 OPD ini dapat menghemat anggaran belanja Kota Malang hingga mencapai kurang lebih Rp 52 Miliar. 

Artinya, nanti akan diarahkan pada pelayanan belanja langsung untuk meningkatkan kesejahteraan ASN.

"Anggaran semakin efisien, kesejahteraan ASN juga lebih ditingkatkan," jelasnya.

Sementara itu beberapa OPD yang akan dilebur di antaranya adalah sebagian fungsi Disperkim yang berkaitan dengan taman akan disatukan dengan Dinas Lingkungan Hidup. 

Sementara sebagian fungsi pada pemukiman dijadikan satu sangan Dinas PUPR.

Selanjutnya Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dilebur dengan Dinas Pendidikan, dan bidang Pariwisata jadi satu dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

Kemudian Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, dan Dinas Perindustrian dilebur menjadi satu. 

Selanjutnya Dinas Sosial dilebur bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). 

End of content

No more pages to load