Ilustrasi kartu e-money yang bisa digunakan untuk berbelanja. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Ilustrasi kartu e-money yang bisa digunakan untuk berbelanja. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Memasuki minggu kedua Ramadan 1440 H, sejumlah pusat perbelanjaan di Malang mulai menjadi jujukan warga yang ingin berbelanja. Mulai dari kebutuhan sandang maupun kue-kue yang akan disajikan saat Lebaran. Supaya lebih aman, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang mendorong warga untuk lebih banyak memakai transaksi non tunai (cashless) dibandingkan transaksi tunai.

Kepala KPw BI Malang Azka Subkhan Aminurridho mengungkapkan bahwa ada kecenderungan daya beli masyarakat meningkat dibandingkan hari biasa di momen Ramadn hingga Lebaran. Otomatis hal ini juga akan membuat transaksi semakin banyak. "Kami terus mendukung upaya cashless. Supaya masyarakat mengurangi kebiasaan membawa banyak uang tunai," ujarnya.

Faktor keamanan juga menjadi pertimbangan agar masyarakat tidak was-was saat berbelanja. Mengingat, padatnya pusat perbelanjaan maupun pasar-pasar ketika menjelang lebaran. Transaksi non tunai membuat warga tidak membawa uang kartal dalam jumlah banyak yang lebih rentan jatuh maupun diambil pihak tak bertanggung jawab. "Tentunya pihak kepolisian dan keamanan mall sudah mengantisipasi pengamanan saat puncak belanja lebaran, tetapi mengantisipasi dari diri sendiri kan lebih baik," sebutnya. 

Menurutnya, selama ini transaksi non tunai lebih banyak digunakan untuk pembayaran jalan tol dan belanja di mall. Namun ke depan, pelayanan publik seperti biaya parkit ataupun pembelian produk UMKM juga diharapkan turut menggunakan transaksi non tunai. "Nanti kita akan kerjasama ke Pemda. Misalnya bayar parkir bisa pakai kartu, sudah tidak pakai uang tunai lagi, supaya lebih efisien," tuturnya.

Mengenai masih terbatasnya usaha kecil yang menyediakan alat gesek untuk kartu debet maupun kredit, Azka menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda). "Bayar pakai kartu di UMKM dan kedai warung pakai kartu juga harusnya bisa. Semua kita kembangkan, tetapi ujungnya adalah bagaimana kita mengurangi transaksi tunai. Karena mencetak uang biayanya mahal," sebutnya. 

Selain menggunakan kartu, transaksi non tunai juga bisa menggunakan sistem barcode. Sistem ini juga telah digunakan beberapa perusahaan untuk transaksi. Meskipun tidak semua orang mengenal sistem ini. "Barcode juga merupakan sistem pembayaran yang efektif dan efisien, nanti bisa berjalan beriringan dengan kartu. Yang terpenting menggerakkan transaksi non tunai," pungkasnya.

End of content

No more pages to load