Eko Hadi Krisdian tersangka beserta barang bukti narkoba saat disita polisi, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Eko Hadi Krisdian tersangka beserta barang bukti narkoba saat disita polisi, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Di bulan ramadan kali ini, Satreskoba Polres Malang benar-benar “panen” ungkap kasus narkoba. Terhitung sejak hari pertama puasa, yakni pada Senin (6/5/2019) lalu, petugas sudah meringkus puluhan tersangka, yang terlibat jaringan narkoba. Jika dirata-rata, hasil ungkap kasus yang terjadi sepekan belakangan ini, merupakan pelaku yang terlibat jaringan peredaran narkotika jenis sabu.

Terbaru, Minggu (12/5/2019) malam, jajaran unit Satreskoba Polres Malang, kembali meringkus seorang pengedar narkoba. Tersangkanya diketahui bernama Eko Hadi Krisdian alias Plengeh. Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) ini, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah kedapatan terlibat jaringan peredaran narkoba jenis sabu. “Tersangka Plengeh ini kami amankan di rumahnya, sesaat setelah melangsungkan transaksi narkoba,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Senin (13/5/2019) malam kepada malangtimes.com.

Ketika diamankan di rumahnya yang beralamat di wilayah Kecamatan Sumawe ini, polisi menyita berbagai barang bukti. Di antaranya dua poket sabu dengan berat total 0,47 gram, seperangkat alat hisab, serta satu unit handphone. “Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika,” kata anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Diperoleh keterangan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan yang diterima petugas. Jika di wilayah hukum Polres Malang, khususnya di Kecamatan Sumawe marak dijumpai peredaran narkoba.

Berawal dari sinilah, petugas akhirnya melakukan penyelidikan dan mendapati keterangan, jika peredaran narkoba jenis sabu sebagian diedarkan oleh tersangka Plengeh. Tanpa menunggu lama, Minggu (12/5/2019) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Anggota korps berseragam coklat ini, bergegas mengerebek tersangka di rumahnya.

Lantaran tertangkap tangan usai melangsungkan transaksi narkoba, pria yang kini berusia 23 tahun itu hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Mapolres Malang.

Di hadapan penyidik, tersangka Plengeh mengaku jika selain terlibat jaringan pengedar, dirinya juga merupakan seorang pengguna sabu. Pelaku yang merupakan protolan SMP (Sekolah Menengah Pertama) ini, mengaku jika mendapatkan pasokan sabu dari seorang temannya. “Kasus ini masih kami kembangan, petugas masih memburu keberadaan sang bandar. Identitasnya sudah kami kantongi, tim sudah bergerak untuk melakukan penyelidikan di lapangan,” tutup Ainun.

End of content

No more pages to load