Situasi toko sembako sesaat setelah dilahab si jago merah, Kecamatan Lawang (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Situasi toko sembako sesaat setelah dilahab si jago merah, Kecamatan Lawang (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Belum satu bulan pascakebakaran di Pasar Lawang yang mengakibatkan lebih dari 500 tempat jualan para pedagang hangus terpanggang, insiden serupa kembali terulang. Kali ini giliran toko milik Atok warga Kecamatan Lawang yang menjadi sasaran amukan si jago merah, Minggu (12/5/2019) tengah malam.

Dari pendalaman Malangtimes.com, peristiwa kebakaran yang menimpa toko bernama Sumber Laut ini, diduga kuat terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Saat kejadian berlangsung, situasi Pasar Lawang dalam kondisi sepi.

Berselang sekitar satu jam kemudian, sang pemilik toko mendapat kabar jika tempat berjualan miliknya terbakar. Pria yang kini berusia 38 tahun itu, akhirnya langsung bergegas ke lokasi kejadian. Setibanya di sana, api sudah membesar dan menghanguskan toko miliknya yang berada di Blok E-12 tersebut.

“Saat ini petugas kepolisian masih mencari penyebab pasti kebakaran, namun dugaan sementara kebakaran dipicu karena korsleting listrik,” kata Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Warga setempat yang mengetahui insiden tersebut, semula sempat berupaya memadamkan api dengan perlengkapan seadanya. Bukannya padam, api justru semakin membesar. Hingga akhirnya, peristiwa ini dilaporkan ke perangkat desa setempat yang kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Mapolsek Lawang dan PMK Kabupaten Malang, dikerahkan ke lokasi kejadian. “Selain mengerahkan sekitar 10 personel, kami juga menerjunkan 2 unit mobil pemadam kebakaran guna memadamkan api,” sambung Agus, Senin (13/5/2019).

Meski petugas gabungan beserta warga sempat kewalahan menjinakkan amukan si jago merah. Namun api tidak sampai merembet ke kios lainnya. “Kebakaran baru bisa dipadamkan sekitar 2,5 jam, pascakebakaran terjadi,” terang Agus kepada Malangtimes.com.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta keterangan dari berbagai saksi mata. Dipastikan tidak ada korban jiwa atas insiden kebakaran yang menghanguskan toko sembako tersebut. Namun demikian, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta. “Dari pendataan sementara, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai lebih dari Rp 10 juta,” tutup Agus.

End of content

No more pages to load