Ilustrasi tabung elpiji 3 kg (kompas)
Ilustrasi tabung elpiji 3 kg (kompas)

MALANGTIMES - Kebutuhan penggunaan gas LPG (elpiji) di wilayah Jawa Timur (Jatim) diprediksi naik 9 persen selama bulan Ramadan 1440 H. Meski demikian, Pertamina menjamin stok elpiji aman hingga H+10 Lebaran. Untuk wilayah Malang, stok ditambah sebanyak 200 persen sejak awal bulan puasa. 

"Pertamina memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan dengan estimasi angka mencapai 5.520 MT per hari atau naik sebesar 9 persen dari konsumsi normal," ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatim, Rustam Aji. Untuk memenuhi kebutuhan, Pertamina berupaya mengoptimalkan stok di enam Depot dan Kilang LPG serta seluruh SPPBE yang ada. 

Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga yang tetap buka di hari libur. Saat ini di Jatim terdapat setidaknya 352 Agen Siaga untuk LPG 3 kg atau elpiji melon bersubsidi dan 64 agen untuk LPG non-subsidi. Juga terdapat 3.800 Pangkalan Siaga dan SPBU-SPBU yang menyediakan elpiji melon.

Sementara itu, Pjs. Operation Head Terminal BBM Malang Rahmatullah Adi Cahya Nugraha mengungkapkan untuk kebutuhan LPG di Kota Malang mencapai 37,4 ribu tabung elpiji melon per hari. Sementara untuk LPG ukuran lain, kebutuhannya sekitar 1.200 tabung per hari. "Kami pastikan aman mulai H-10 sampai H+10 Lebaran," ujarnya.

Menurutnya, penambahan stok sudah dilakukan sejak awal Ramadan lalu. "Mengantisipasi lonjakan permintaan di awal puasa, sudah kami distribusikan stok sekitar 200 persen ke masyarakat. Sehingga tidak ada kelangkaan," tuturnya. Sementara untuk konsumsi harian, pasokan juga ditambah sekitar 2.000 MT per hari.