Wali Kota Malang, Sutiaji Saat Memberikan Sambutan Dalam Safari Ramadan Di Masjid Roisiyah, (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji Saat Memberikan Sambutan Dalam Safari Ramadan Di Masjid Roisiyah, (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kegiatan Safari Ramadan Pemkot Malang yang berlangsung malam ini (Minggu, 12/5) di Masjid Roisiyah Jl Ir H Juanda, Kecamatan Blimbing, menjadi ajang pemaparan program wilayah Kota Malang. Mulai permasalahan perbaikan jalan hingga sistem zonasi pendidikan. 

Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan mengenai perkembangan perbaikan jalan rusak yang sudah dilakukan di beberapa area. "Progres jalan rusak sudah mulai kami kerjakan. Nantinya pengaspalan itu akan disesuaikan dengan kondisi jalan. Sistemnya ada tiga kelas, kalau sering dilewati kendaraan besar seperti truk tronton ya harus diberi aspal kelas 1 biar tidak rusak," ujar dia.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengawasi drainase yang dipasang tiang oleh pihak lain dan berakibat menyumbat saluran air. Kemudian, warga masyarakat Kota Malang juga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyebabkan banjir.

"Kenapa kok banjir dan jalan rusak ini adalah kontribusi masyarakat? Karena kebersiham drainase dan sampah itu juga bisa menjadi pengawasan bersama. Ini kan bisa nyumpetin jalan, dan itu tidak melulu program pemerintah, bisa jadi program dari pihak ketiga," imbuh dia.

Pada kesempatan ini, pria berkacamata ini juga menjelaskan terkait sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Dimana semua sekolah harus menyebar dan bisa memajukan wilayahnya masing-masing. Selain itu, hal tersebut akan lebih memudahkan masyarakat dan mengurangi kemacetan. "Sekarang melalui zonasi, sekolah tidak perlu adoh - adoh (jauh - jauh). Sekolahnya cukup di daerahnya masing - masing," ungkap mantan anggota DPRD Kota Malang ini.

Dia juga menyatakan, dengan sistem PPDB sudah pakai zonasi, maka siswa tidak akan tergusur oleh yang lain. "Diutamakan warga di sekitar situ 90 persen. Semuanya sekolahan harus  menyebar, yang maju harus di semua titik. Sehingga bisa mengurangi kemacetan, sirkulasi ekonomi serta memberikan unsur keadilan dan pemerataan pendidikan," pungkas dia.

End of content

No more pages to load