Tapak Sejarah dalam Kalender Hijriyah  1

MALANGTIMES - Kalender Islam atau kalender Hijriyah bukan hanya sekadar penanggalan dan angka untuk menghitung waktu atau mencatat berbagai peristiwa penting di dalam peradaban manusia. Tapi, di dalamnya terdapat berbagai peristiwa yang mengubah wajah dunia, khususnya Islam.

Keberadaan kalender Hijriyah atau sanah Hijriyah berasal dari kata hijrah (pindah) yang disandarkan pada huruf ya’ nisbat yang dinisbatkan pada kata sanah (tahun). Lahir setelah berbagai peristiwa penting di era Nabi Muhammad SAW, hanya dicatat sesuai dengan terjadinya peristiwa besar di saat itu. Misalnya, kelahiran Muhammad dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah” karena pada waktu itu terjadi penyerbuan Kakbah di Makkah oleh pasukan gajah yang dipimpin  Abrahah, gubernur Yaman.

Di era pra-Islam, pencantuman angka tahun belumlah dipakai. Masyarakat Arab saat itu memakai sistem kalender berbasis campuran antara bulan (qomariyah) dan matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan dan untuk menyinkronkan dengan musim, dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Hal inilah yang akhirnya berubah dengan adanya perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah. Perintah ini  turun ketika kafir Quraisy sedang gencar-gencarnya melakukan intervensi terhadap Nabi Muhammad dan para pengikutnya. Sehingga turunlah ayat perintah untuk melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah. Yakni yang tercatat dalam Qs al-Isra’:76, dan Qs. an-Nisa’:97.

Peristiwa hijrah inilah yang menjadi tonggak lahirnya kalender Hijriyah. Setelah 6 tahun Nabi Muhammad wafat, yaitu pada tahun 638 M (17 H). Di era Khalifah ke-2 Umar bin Khatab, kalender Hijriyah dimulai dengan awal penanggalan Islam dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad beserta para sahabat. 

Ilustrasi hijrah Nabi Saw dan sahabat sebagai patokan tahun 1 Hijriyah (Ist)

Kalender Hijriyah memiliki 12 bulan (sesuai dengan firman Allah dalam Qs al-Taubah (9):36 dengan jumlah hari setiap bulan rata-rata 29-30 hari. Kelender Hijriyah juga dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah). Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun kalender Masehi.

Dalam penetapan kalender Hijriyah di era Umar, perintah Allah untuk hijrah yang dipergunakan sebagai awal penanggalan Islam tidak begitu saja dipakai serta merta, tapi terdapat beberapa peristiwa penting di dalamnya. 

Pemicu pertama datang dari Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur pada zaman Khalifah Umar. Dirinya menulis surat kepada Umar yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan, sehingga membingungkan. 

Surat itulah yang membuat Umar mengumpulkan para sahabatnya. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf,  Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. 

Perdebatan terjadi di antara para sahabat senior Umar saat itu. Ada yang mengusulkan berdasarkan kelahiran, wafat Nabi Muhammad, dan pengangkatan Nabi Muhammad menjadi rasul. 

Ali mengusulkan yang berbeda. Yaitu penanggalan Islam dimulai dari momentum hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Setelah berembuk, akhirnya semua sepakat menerima usul Ali. 

Penanggalan Islam pun dimulai pada tahun 1 Hijriyah dengan mengambil momentum hijrahnya Nabi Muhammad beserta sahabat atas perintah Allah. Sejak itulah, kalender Hijriyah dipakai oleh umat Islam di dunia. 

Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah Arab. Yakni Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah.

Dari 12 bulan di kalender Hijriyah ini, Ramadan merupakan salah satu bulan yang terbilang banyak menapakkan jejaknya dalam sejarah Islam. Bahkan berdirinya Negara Indonesia pun terjadi di bulan Ramadan. Pun berbagai jejak sebelum kalender Hijriyah dijadikan patokan tanggal dan tahun umat Islam.

Jejak apa sajakah yang terdapat dalam kalender Hijriyah serta menjadi sejarah penting peradaban manusia, khususnya umat Islam? MalangTIMES akan mengupasnya dalam beberapa berita untuk Anda semua (bersambung).