MALANGTIMES - Keheningan warganet mendadak dibuat gempar, Minggu (12/5/2019) dini hari. Kehebohan di salah satu grup Facebook ini terjadi setelah seorang anggotanya mem-posting sebuah insiden kebakaran yang terjadi di Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. 

“Saknoe lor...Kt riyoyo kenek musibah.... (Kasihan, mau Lebaran malah kena musibah,” tulis akun bernama Fasa Za. 

Dalam unggahannya, akun tersebut juga melampirkan postingan yang sudah sempat dipublis oleh akun bernama Khotimah Siti. Lengkap dengan foto yang memajang petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. 

Dalam hitungan lima jam, postingan yang dikirim ke grup yang memiliki anggota lebih dari 600 ribu itu dibanjiri beragam komentar. Seperti yang ditulis akun bernama Sary Dwi Indrianhy. “2 x wesant lk kebakaran iku,, saiki sg tmbah parah (Kbakaran sudah terjadi sebanyak dua kali, tapi yang sekarang lebih parah),” tulisnya di kolom komentar. 

Dari penelusuran MalangTIMES, peristiwa ini terjadi Minggu (12/5/2019) dini hari, tepatnya sekitar pukul 00.35 waktu setempat. “Hingga saat ini, petugas kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran,” kata Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang Agus Suyanto.

 Diperoleh keterangan, sang pemilik rumah yang diketahui bernama Abdul Hadi semula sempat beristirahat. Namun tidur nyenyaknya terganggu karena ada suara bising dari arah dapur rumahnya. Merasa penasaran, kakek  berusia 68 tahun itu bergegas menghampiri sumber suara untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Ternyata, suara bising yang mengusik jam istirahatnya merupakan suara percikan kobaran api. Mengetahui hal ini, Hadi berteriak minta tolong. 

Warga setempat yang mengetahui hal itu bergegas membantu korban untuk memadamkan api dengan perlengkapan seadanya. Namun bukannya padam, api justru  membesar. Hingga akhirnya, kejadian ini dilaporkan ke perangkat desa setempat, yang kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian. 

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Mapolsek Wajak dan PMK Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi kejadian. Sedikitnya ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang turut dilibatkan dalam upaya memadamkan kebakaran.

 “Api dengan cepat merambat dan membakar bagian dapur dan kandang ternak milik korban. Kebakaran baru bisa dipadamkan sekitar 3 jam kemudian,” kata Agus. 

Meskipun petugas pemadam kebakaran sempat kewalahan menjinakkan amukan si jago merah, dipastikan tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut. “Akibat peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” ungkap Agus kepada MalangTIMES.