Murid MI Darul Ulum Kota Batu saat bermain mercon bumbung di Pesantren Rakyat Jalan Lahor, Dusun Macari, Desa Pesanggarahan, Kecamatan/Kota Batu sembari mengunggu berbuka puasa, Sabtu (11/5/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Murid MI Darul Ulum Kota Batu saat bermain mercon bumbung di Pesantren Rakyat Jalan Lahor, Dusun Macari, Desa Pesanggarahan, Kecamatan/Kota Batu sembari mengunggu berbuka puasa, Sabtu (11/5/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Waktu ngabuburit (jelang berbuka puasa) banyak dimanfaatkan masyarakat dengan beragam kegiatan. Salah satunya dengan membunyikan mercon bumbung. Tradisi lawas ini dilangsungkan di Pesantren Rakyat Jalan Lahor, Dusun Macari, Desa Pesanggarahan, Kecamatan/Kota Batu Sabtu (11/5/2019).

Pada kegiatan ini diikuti 120 siswa MI Darul Ulum. Mereka mengisi waktu ngabuburit dengan bermain petasan desa atau mercon bumbung. Tidak mengenal rasa takut, anak-anak itu memainkan permainan tradisional dengan riang gembira.

Suara dentuman demi dentuman terdengar keras yang dikeluarkan dari bambu. Mercon memakai bambu sebagai bahan utama, kemudian disulut api. Mercon bumbung itu dibuat bersama-sama secara gotong royong bersama pengasuh mereka.

Bambu sepanjang 1-1,5 meter yang dilubangi bagian dalam. Kemudian ditambah satu lubang kecil berdiameter 2 centimeter sebagai pemantik api.

Cara memainkannya dengan memasukkan minyak gas atau dengan karbit ke dalam lubang. Kemudian disulut dengan api pada lubang pemantik.

Kepala MI Darul Ulum, Ulul Azmi mengatakan, diisinya kegiatan ngabuburit itu katena ingin mengenalkan kepada siswanya permainan tradisional. Sekaligus kembali mengangkat tradisi yang hampir punah. “Kami ingin kembali mengenalkan permainan tradisional. Lebih dari itu kami juga ingin mengenalkan sejarah mercon bumbung," kata Azmi.

Dia menambahkan, kegiatan ngabuburit yang diikuti para siswanya itu sekaligus untuk menjaga tradisi. Dengan demikian tidak akan punah tergerus oleh perkembangan zaman. 

End of content

No more pages to load