Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun 2019 telah dirilis Dinas Pendidikan Kota Malang 8 Mei lalu. Tertera jelas bahwa PPDB kali ini melalui 3 jalur. Pertama, jalur zonasi dengan daya tampung 90 persen; kedua zona prestasi siswa dengan daya tampung 5 persen; dan yang ketiga jalur pindahan orang tua atau wali siswa yang bertugas di wilayah kota Malang dengan daya tampung 5 persen.

Dalam Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020 yang dirilis Dinas Pendidikan sudah tertera jelas bahwa bagi peserta didik lulusan dari sekolah wilayah kota Malang tetapi berdomisili luar daerah Kota Malang dapat mengikuti pendaftaran PPDB jalur zonasi.

Akan tetapi, persoalan ini masih membingungkan beberapa masyarakat. Wali Kota Malang Sutiaji sendiri menyatakan bahwa siswa yang berdomisili luar kota Malang tidak bisa sekolah di wilayah kota, meskipun SDnya berasal dari kota Malang.

"Tetap tidak bisa. Kalau kita minta gitu nanti semuanya minta. Jadi memang kita zero lah," ujarnya saat ditemui di Dinas Pendidikan usai sosialisasi PPDB belum lama ini.

Meluruskan soal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menegaskan bahwa acuannya adalah pada zona dengan menggunakan google map. Artinya, tetap domisili terdekatlah yang memiliki peluang besar diterima.

"Tetap menggunakan zona pakai google map. Yang jamin (siswa domisili kabupaten bisa diterima di sekolah kota) bukan kami, tetapi google map karena yang ngukur adalah google map," tegasnya.

Seperti yang diketahui, PPDB jalur zonasi ini menggunakan sistem perangkingan jarak dari titik pusat koordinat sekolah dengan domisili tempat tinggal/rumah siswa sesuai KK.

Perangkingan menggunakan jarak ini didapat dengan cara menentukan jarak antara alamat tempat peserta didik sesuai dengan KK dengan pusat koordinat sekolah dengan menggunakan google map.

Nah, jika jarak tempat tinggal calon peserta didik baru sama pada batas daya tampung, maka yang diterima adalah calon peserta didik baru yang mendaftar lebih dahulu.

Lebih lanjut Zubaidah menegaskan bahwa aturan zonasi ini sudah tidak bisa diutak-atik. "Untuk zonasi nggak bisa diutak-atik. Kita harus clear dengan aturan itu. Kita tidak boleh macam-macam," pungkasnya.

End of content

No more pages to load