Petrus Natalius atau Yusuf, seorang mualaf yang dijumpai MalangTIMES (Hendra Saputra)
Petrus Natalius atau Yusuf, seorang mualaf yang dijumpai MalangTIMES (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Memutuskan untuk menjadi mualaf dan menjadi menjalani tahun kedua ramadan kali ini lebih membuat hati pria bernama asli Petrus Natalius atau bernama muslim Yusuf lebih tenang dan khusuk.

Tidak mudah untuk menjalani ibadah puasa bagi orang yang belum pernah menjalani. 

Hal itu yang dirasakan Petrus ketika memantapkan hatinya untuk memeluk agama Islam secara seutuhnya.

Saat dijumpai MalangTIMES di kediamannya di kawasan Jalan Janti, Sukun, Kota Malang menjelang usai salat tarawih pada Jum'at (10/5/2019), Petrus yang masih mengenakan baju koko ini menyambut baik.

Dengan antusias dia pun menceritakan dari awal ia memeluk agama Islam secara utuh. 

"Awal mengenal Islam, saya mengenal dari calon istri saya, dia yang mengenalku tentang Islam, dia yang mengajarkan tentang Islam. 
Dan dari situ saya mulai tertarik untuk mempelajari Islam," ujarnya.

Dari cerita, memang cinta yang membuat Petrus berpindah agama. 

Akan tetapi, setelah MalangTIMES menanyakan secara detail apakah hanya itu yang membuat dia bisa memeluk agama Islam, secara perlahan Petrus mulai menceritakan bahwa ia sebenarnya sudah mengenal Islam sangat lama. 

Pria kelahiran 25 Desember 1991 ini dari sekolah dahulu sudah sering berkumpul dengan temannya yang beragama Islam.

"Sebenarnya saya sudah lama tahu Islam, tapi hanya sekadar tahu saja. Karena teman sekolah maupun teman main saya banyak yang muslim," katanya.

Selain itu, Petrus juga meyakini bahwa Islam membawa dirinya kepada jalan yang lebih baik dari sebelumnya. 

"Dan ketika saya mendapat hidayah sehingga saya ingin masuk Islam. Buat saya Islam agama yang sesungguhnya, Islam membuat saya nyaman tenang, dan kita bisa menjalankan ibadah dengan khusuk," tuturnya.

Secara resmi, Petrus mengucap kalimat syahadat pada Februari 2017 silam di Masjid Jendral Ahmad Yani dengan di pandu ustaz di masjid tersebut dua takmir masjid dan dua orang temannya.

"Ya selama saya masuk Islam banyak sekali kesulitan yang saya dapat, ya dari bagaimana cara salat yang benar dan membaca Al Qur'an yang benar, serta bagaimana kita menjadi seorang mualaf yg bisa diterima di masyarakat," katanya.

Ramadan keduanya kali ini ia merasa sangat bersyukur karena mulai beradaptasi dengan kesulitan saat berpuasa. 

"Alhamdulillah saya bisa kembali merasakan ramadan untuk kedua kalinya, bulan dimana yang di tunggu-tunggu umat muslim seluruh dunia," ucapnya.

Kini, Petrus lebih mendekatkan diri kepada Islam dengan mengikuti salah satu organisasi agama Islam yang cukup besar di Indonesia yakni Nahdatul Ulama (NU).

"Alhamdulillah saat ini saya juga mengikuti salah satu kegiatan keagamaan NU, yaitu Ansor Banser wilayah Sukun Kota Malang. Syukur Alhamdulillah bisa mengabdi untuk agama dan negara," pungkasnya.