Ilustrasi uang palsu (bisnis.com)

Ilustrasi uang palsu (bisnis.com)



MALANGTIMES - Menjelang Idul Fitri sebagian besar masyarakat punya kebiasaan melakukan penukaran uang pecahan untuk angpao lebaran. 

Kebiasaan itu, dimanfaatkan para penyedia jasa penukaran uang pecahan yang bisa dijumpai di pinggiran jalan.

Meningkatnya kebutuhan uang pecahan tersebut, juga rentan dimanfaatkan para pelaku kejahatan, utamanya para pemalsu uang.

Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada jika melakukan penukaran uang.

Demikian disampaikan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK, SH, MH.

Ia menjelaskan aktivitas ekonomi masyarakat memang meningkat saat menjelang lebaran. 

Moment tersebut banyak dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyebarkan uang palsu.

"Menjelang lebaran kan banyak dijumpai tempat-tempat penukaran uang maupun pengunaan uang di toko-toko kelontong maupun tempat perbelanjaan. Selalu waspada dan teliti terhadap peredaran uang palsu. Karena disinyalir marak peredaran uang palsu setiap menjelang Lebaran," jelasnya, Sabtu (11/5/2019).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan agar menukarkan pada tempat-tempat resmi yang disediakan Bank Indonesia (BI) maupun bank-bank lainnya.

"Kami imbau masyarakat agar menukarkan uang di tempat resmi, menghindari menjadi korban dari pengedar uang palsu," terangnya.

Ketelitian dan kejelian, harus dilakukan masyarakat, baik itu pedagang atau pemilik usaha. 

Minimal, masyarakat bisa menggunakan tiga hal untuk mendeteksi uang palsu yakni melihat, meraba dan menerawangnya. 

Atau melakukan pengecekan dengan menggunakan lampu ultraviolet.

Ia juga menyampaikan bila masyarakat mendapati atau menemukan uang palsu di sekitar lingkungannya, maka diharapkan segera melaporkan temuan tersebut ke pihak berwajib.

"Masyarakat yang menemukan silakan melapor kami siap memproses hukum pengedar uang palsu. Kalau untuk temuan, sejauh ini maupun tahun sebelumnya belum ada," pungkasnya.

End of content

No more pages to load