Mahasiswa BSA saat menjuarai Gebyar Bahasa Arab (GBA) IAIN Cirebon, Kamis (25/4). (Foto: Humas)

Mahasiswa BSA saat menjuarai Gebyar Bahasa Arab (GBA) IAIN Cirebon, Kamis (25/4). (Foto: Humas)



MALANGTIMES - Berbagai prestasi nasional bahkan internasional berhasil diraih jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada tahun lalu. Namun mereka tak berhenti sampai di situ, untuk mengawali tahun 2019 ini, jurusan yang berada di bawah naungan Fakultas Humaniora tersebut kembali menorehkan prestasi internasional.

Beberapa hari yang lalu (25/4), tim dari mahasiswa BSA yang baru semester dua memboyong berbagai penghargaan pada gelaran debat Gebyar Bahasa Arab (GBA) IAIN Cirebon. Tak hanya satu juara saja, juara-juara yang berhasil mereka bawa pulang antara lain Juara 2 Debat Bahasa Arab (Ilma Nailu, Khozinul Asror, dan Lilik), Juara 2 Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) (Fika Burhan), dan Juara 2 Lomba Insya' (Nailur Rohman).
 

UIN Malang saat dinobatkan sebagai Juara 3 Debat Bahasa Arab Se-ASEAN dalam gelaran Unisi Arabic Debating Championship (UADC) ke-3 Yogyakarta (13-15/4).


“Hanya syukur yang terpanjat, atas diraihnya prestasi mahasiswa BSA, mudah-mudahan mereka terus berprestasi untuk mengukir dunia,” ujar Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Halimi, M.Pd., M.A.

Untuk diketahui, sebelumnya UIN Malang juga telah dinobatkan sebagai Juara 3 Debat Bahasa Arab Se-ASEAN dalam gelaran Unisi Arabic Debating Championship (UADC) ke-3 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (13-15/4).

Tim debat itu terdiri atas Aditia Maulana (PBA), Nandang Nurdiansah (BSA), Mar’atun Nailur Rif’ah (BSA), dan Ayub Abdillah (PBA) sebagai pemain pengganti.
 

Dua mahasiswa BSA UIN Malang sesaat setelah mendapat penghargaan Best Speaker.


Bahkan Nandang dan Mar'atun Malang mendapat penghargaan khusus, yakni Nandang sebagai Terbaik ke-2 dan Mar'ah Nailur Rif'ah sebagai terbaik ke-4 Best Speaker Arabic Debate.

Untuk diketahui, UADC 3 merupakan kompetisi tahunan Debat Bahasa Arab yang pada tahun ini diikuti oleh 27 tim, termasuk Negeri Jiran Malaysia. Ajang berskala internasional ini telah menggunakan sistem perpaduan, sistem debat di Qatar dan Malaysia.

Dalam sistem ini terdapat 5 pertandingan di babak penyisihan. Kemudian perempat final oleh 8 tim teratas di papan klasemen. Yang selanjutnya babak semi final dan diakhiri babak final.
 


Dalam perjalanannya, Tim Debat UIN berhasil menyapu bersih 5 kemenangan di babak penyisihan tanpa sisa. Kemudian, di babak 8 besar, UIN Malang berhasil mengalahkan UIN Yogyakarta untuk kemudian melangkah ke semifinal menghadapi kampus negeri tetangga, Universitas Malaya, Malaysia.

Ketua Jurusan BSA Halimi menegaskan akan terus memotivasi mahasiswa agar selalu mengukir prestasi terbaiknya.

“Fastabiqul khairat!” tegas sastrawan internasional itu penuh semangat.

End of content

No more pages to load