Suasana salat terawih di masjid (Foto: istimewa)

Suasana salat terawih di masjid (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - Jika ada tradisi melaksanakan salat tarawih dan witir sebanyak 23 rakaat, dilaksanakan hanya sekitar sepuluh menit. Berbanding terbalik di Pondok Pesantren Masjid Agung Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan yang menjadi penggelar tarawih terlama.

Ya di pondok itu biasanya tarawih dijalankan selama 8 jam. Jauh berbeda dengan yang ada di Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang terletak di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, yang hanya sekitar sepuluh menit.

Pelaksanaan selama 8 jam itu jumlah rakaatnya tetap sama dengan masjid lainnya, yakni 20 rakaat tarawih dan tiga rakaat sholat witir. Yang membuat salat tarawih di masjid ini lama adalah bacaan ayatnya 30 juz di Alquran.

30 juz tersebut kemudian dibagi menjadi 20 rakaat dengan empat rakaat salam. Jadi, satu rakaat rata-rata akan melantunkan 1 Juz Alquran.

Salat tarawih ini biasanya dilaksanakan sehabis isya dan baru akan selesai ketika menjelang sahur yaitu pukul 03.00 WIB.

Orang-orang yang salat di masjid tersebut kebanyakan merupakan penghafal Alquran atau hafiz, mulai para santri Ponpes Al Fatah hingga pengajar pondok tersebut.

Selama 20 rakaat tarawih, akan ada 4 pergantian imam. Nantinya, empat orang imam akan bergantian memimpin sholat.

Makmum salatnya juga diharuskan menyimak bacaan imam. Beberapa makmum juga membawa mushaf Alquran saat salat.

End of content

No more pages to load