Mumpung Warga Semangat, Wali Kota Malang Sutiaji Ingin Canangkan Gerakan Salat Subuh Berjamaah

May 10, 2019 23:55
Foto bersama Safari Ramadan di Masjid Noor Kidul Pasar. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Foto bersama Safari Ramadan di Masjid Noor Kidul Pasar. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji ingin mencanangkan Gerakan Salat Subuh Berjamaah. Hal ini dinyatakannya saat ditemui usai Safari Ramadan di Masjid Noor Kidul Pasar di Jalan Prof Yamin Sukoharjo, Jumat (10/5). "Saya sebenarnya ingin membuat Gerakan Salat Subuh Berjamaah," ujarnya kepada malangtimes.com. 

Dikatakannya, gerakan Salat Subuh Berjamaah bisa saja dicanangkan saat bulan Ramadan. "Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini kita canangkan karena, biasanya Ramadan ini semangat-semangatnya," ungkapnya.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Sutiaji kemudian menyebutkan masjid Sabilillah yang layak menjadi percontohan masjid-masjid di Malang. "Contohnya saja di sini sudah ada masjid yang sudah bagus, istiqomah jamaahnya, sehingga bisa menjadi acuan," ucapnya.

Dikatakan Sutiaji bahwa masjid Sabilillah layak menjadi pilot project bagi masjid-masjid yang lain di kota Malang. Hal ini lantaran masjid Sabilillah yang sudah berdaya. "Masjid Sabilillah ini benar-benar sudah berdaya. Dia punya klinik, kemudian dia punya swalayan, menyantuni fuqara dan masakin, lazisnya sudah bagus," bebernya.

Ditambah lagi, lanjutnya, masjid Sabilillah adalah satu-satunya masjid di Malang yang mendapat penghargaan nasional. "Saya kira kalau itu dikembangkan insya Allah akan menjadi pilot project, jadi pengembangan masjid-masjid yang lain," tandasnya.

Sementara itu, dalam safari Ramadan tersebut juga diberikan bantuan uang sejumlah Rp 10 juta kepada Masjid Noor dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. 

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Di samping itu, atas nama Pemkot Malang Sutiaji juga meminta maaf apabila selama ini ada pelayanan kepada masyarakat yang masih kurang. "Sutiaji, Edi, Sekda dan seluruh pegawai pemkot adalah manusia yang mesti banyak salahnya.Saya minta maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada kebijakan atau mungkin cara memberikan pelayanan yang tidak sesuai," katanya.

Mantan anggota dewan ini juga menyatakan, Safari Ramadhan diartikan maknanya sebagai silaturrahim mempererat persaudaran, antara umaro dan rakyat, umaro dan ulama agar tidak ada jarak. Tujuannya, tentu untuk mensejahterakan warga. "Alhamdulillah setiap masjid minta untuk kedatangan saya. Itu membuktikan bahwa tidak ada batas antara umaro dan rakyat," pungkasnya. 
 

Topik
MalangBerita MalangGerakan Salat Subuh BerjamaahWali Kota Malang SutiajiSafari Ramadan Pemkot MalangMasjid Noor Kidul Pasar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru