Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancarai wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancarai wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun 2019 ada 3 jalur. Pertama, jalur zonasi dengan daya tampung 90 persen; kedua zona prestasi siswa dengan daya tampung 5 persen; dan yang ketiga jalur pindahan orang tua atau wali siswa yang bertugas di wilayah kota Malang dengan daya tampung 5 persen.

Wali Kota Malang Sutiaji memberikan pengarahan dan sosialisasi terkait pelaksanaan PPDB kepada Kepala SD dan SMP, Pengawas SD dan SMP, (Negeri dan Swasta), KONI, DPKM dan OPD terkait di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Jumat (10/5).

Dalam sosialisasi tersebut Sutiaji mengingatkan masalah yang nantinya rawan terjadi terkait PPDB, yakni soal jual beli kursi yang diharapkannya tidak terjadi di kota Malang. "Saat ini nanti rawan menjadi masalah karena sistem zonasi," ujarnya.

Ditemui usai acara, Sutiaji menyatakan bahwa PPDB kali ini rawan jual beli kursi pada kuota 10 persen, khususnya pada jalur prestasi. Untuk diketahui, seandainya 5 persen dalam jalur kepindahan orang tua tidak terpenuhi maka kuotanya masuk ke jalur prestasi. "Jangan sampai ada permainan di jalur prestasi. Karena semuanya akan dilihat, semuanya masyarakat meneropong," katanya kepada malangtimes.com.

Pendaftaran jalur prestasi sendiri mulai tanggal 13 sampai 15 Mei sudah dibuka. Berkas dari siswa harus diserahkan ke Aula Dinas Pendidikan yang dijadwalkan pukul 08.00 sampai 14.00. "Ayo diawasi bareng-bareng dan insya Allah guru-guru sudah sepakat. Pasti kelihatan nanti," pinta Sutiaji kepada wartawan.

Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Zubaidah menyatakan, berkas-berkas dari siswa yang masuk ke Dinas Pendidikan nantinya akan akan diverifikasi oleh tim. "Tim itu terdiri dari Koni, perwakilan Komite, perwakilan BPKN, perwakilan MKKS, perwakilan K3S, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan. Insya Allah kita berusaha seprofesional mungkin," imbuhnya.

Dijelaskan Zubaidah, sistem di jalur prestasi itu memakai sistem pembobotan. Ada prestasi kota, provinsi, nasional, dan internasional. "5 persen dari kepindahan orang tua apabila tidak terpenuhi akan lari ke jalur prestasi. Makanya prestasi itu semuanya kita himpun dan nanti dibobot," pungkas Zubaidah.

End of content

No more pages to load