Harianto tersangka persetubuhan terhadap anak tirinya, saat digelandang petugas menuju ruang penyidikan UPPA Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Harianto tersangka persetubuhan terhadap anak tirinya, saat digelandang petugas menuju ruang penyidikan UPPA Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Cinta dan kasih sayang yang diberikan Harianto warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, terhadap anak tirinya ini bisa dibilang kebablasan. Bukannya menjaga dan melindunginya, pria yang kini berusia 35 tahun itu, justru tega menyetubuhi putri tirinya sendiri.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

“Tersangka Harianto ini kami amankan, setelah petugas mendapat petunjuk dan bukti kuat dari laporan akan perbuatan persetubuhan yang dilakukan tersangka terhadap anak tirinya sendiri,” kata Kanit UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Jumat (10/5/2019).

Sebut saja korbannya bernama Jelita (samaran). Perempuan yang kini berusia 15 tahun itu, sudah tinggal serumah dengan tersangka sejak dirinya masih belia. Hal itu terjadi setelah Harianto menikah dengan ibu kandung Jelita.

Ketika sudah beranjak remaja, kasih sayang yang diberikan tersangka terhadap Jelita berubah. Bukannya menjaganya, Harianto justru tega menyetubuhi putri tirinya selama bertahun-tahun. “Perbuatan persetubuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban, sudah terjadi selama tiga tahun belakangan ini,” sambung Yulistiana saat ditemui awak media di sela-sela proses penyidikan.

Diperoleh keterangan, guna memuluskan aksi bejatnya. Tersangka mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang. Saat kondisi rumah sedang sepi. Harianto memberikan uang tersebut, dengan syarat harus “melayani” kebutuhan biologis sang ayah tirinya itu.

Korban semula sempat menolak ajakan tersebut. Namun, tersangka terus memaksa dan bahkan mengancam korban jika tidak bersedia “mengabdi” kepada tersangka. Lantaran ketakutan, Jelita akhirnya hanya bisa pasrah meladeni permintaan nyeleneh dari ayah tirinya tersebut. Hingga akhirnya, hal tidak bermoral itu terjadi terus menerus hingga 3 tahun lamanya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

“Ketika ibu korban sedang tidak ada di rumah, dan situasi sedang sepi. Tersangka biasanya melancarkan aksi persetubuhan itu terhadap anak tirinya. Sebelum melakukan itu (persetubuhan) korban diberi iming-iming sejumlah uang,” terang Yulistiana.

Merasa risih karena terus-terusan menjadi sarana pelampiasan nafsu sang ayah tiri. Jelita akhirnya memberanikan diri untuk bercerita kepada ibunya. Mendapatkan kesaksian dari putrinya, jika dirinya sering disetubuhi oleh tersangka, pihak keluarga akhirnya melaporkan Harianto ke kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, personel UPPA Satreskrim Polres bergegas melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, Harianto berhasil diamankan pada akhir bulan lalu. Dimana saat itu tersangka sedang berada di kediamannya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pakis.

“Tersangka dijerat pasal 81 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014. Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 35 tahun 2002, tentang perlindungan anak,” Ujar Yulistiana.