Nadya Salsabila Azzahra, perwakilan SMPN 20 Kota Malang, saat menerima hadiah laptop dari mendikbud dalam lomba website Journalist Camp 2019 pada Hardiknas Kota Malang beberapa hari lalu di Balai Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Nadya Salsabila Azzahra, perwakilan SMPN 20 Kota Malang, saat menerima hadiah laptop dari mendikbud dalam lomba website Journalist Camp 2019 pada Hardiknas Kota Malang beberapa hari lalu di Balai Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



Mereka Para Juara Lomba Website SMP Se-Kota Malang

MALANGTIMES - SMPN 20 berhasil menyabet juara satu dalam ajang lomba website antar-SMP se-Kota Malang dalam kegiatan Journalist Camp. Ajang ini diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Malang bersama MalangTIMES mulai awal April sampai awal Mei.

Melalui seleksi yang begitu ketat, sekolah yang beralamatkan di Jl R. Tumenggung Suryo No 38, Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang, itu mampu menyisihkan 100 lebih SMP se Kota Malang yang turut berlomba. Tak heran karena ternyata sederet konten menarik tentang Kota Malang disuguhkan secara informatif melalui tulisan dan vlog yang ciamik.

Pendamping siswa dalam lomba website Journalist Camp SMPN 20 Kota Malang, Yudi Prastyawan, menyampaikan bahwa lomba website yang diikuti tersebut mendapat apresiasi begitu tinggi. Bukan hanya dari pihak sekolah dan siswa, melainkan juga para orang tua siswa.

"Antusiasme para siswa dan orang tua luar biasa. Konten yang disuguhkan juga sangat menarik," katanya saat bertemu MalangTIMES di SMPN 20 Kota Malang, Jumat (10/5/2019).

Menurut Yudi, seluruh siswa dari kelas VII dan VIII dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sehingga ada puluhan karya dalam bentuk vlog yang berhasil dibuat. Kebanyakan mereka mengeksplor Kota Malang dari segi pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, kuliner, hingga pariwisata.

"Kami sampaikan satu kelas minimal mengirimkan lima karya. Bisa dalam bentuk kelompok ataupun sendiri," ungkapnya.

Lebih jauh Yudi menyampaikan, kreativitas siswa lebih terasah. Hal itu juga terlihat dari sederet video yang diunggah dengan beberapa pola editan yang kekinian. Selain itu, para siswa semakin berani tampil di depan umum dan berbicara dengan lantang.

Terlebih, SMPN 20 Kota Malang juga memiliki ekstrakurikuler IT serta tim dokumentasi. Dengan praktik melalui lomba website tersebut, kreativitas siswa juga semakin terasah dalam setiap kegiatan yang dibuat sekolah. "Dan itu sangat membantu pula karena turut mempromosikan sekolah," ucapnya.

Bukan hanya itu. Menurut Yudi, keterlibatan siswa untuk turut mempromosikan Kota Malang dari berbagai aspek melalui vlog dan memanfaatkan internet secara cerdas adalah upaya yang sangat bagus. Sehingga da berharap kegiatan Journalist Camp yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan media sosial kembali diselenggarakan.

"Kegiatan seperti ini kami nilai sangat positif. Apalagi anak-anak dilibatkan langsung dalam mempromosikan Kota Malang," katanya lagi.

Sementara, untuk mengenang sederet prestasi yang berhasil diukir selama proses lomba, karya para siswa yang sudah diunggah di Youtube ditampilkan di salah satu sudut sekolah yang menjadi favorit siswa. Keseluruhan video dipasang dalam layar LED dan ditonton saat jam istirahat. "Dan anak-anak sangat senang karena karyanya ditonton," ujarnya.

Yudi pun bersyukur mendapat beragam hadiah yang bermanfaat. Di antaranya satu buah laptop dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendy yang kemudian diperuntukkan bagi OSIS. Begitu juga hadiah piala dan uang pembinaan memompa semangat siswa.

"Kami senang jika ini dijalankan lagi tahun depan. Tapi mungkin waktunya yang lebih dihemat. Kalau bisa dua hari, tidak  harus empat hari," ucap dia.

Sementara itu, siswi yang terlibat langsung dalam kegiatan lomba website Journalist Camp, Nadya Salsabila Azzahra, juga menyatakan rasa senangnya dengan lomba yang digelar tersebut. Dia merasa mendapat banyak pengalaman baru untuk menjadi vlogger.

"Dalam waktu dekat sih pengennya nge-vlog yang kaitannya dengan kuliner, Kak. Kami seneng banget deh pokoknya Journalist Camp mantap," puji Nadya.

Dalam lomba tersebut, Nadya beserta beberapa rekannya telah membuat vlog ciamik yang mengangkat tema "Kampung Heritage Kota Malang". Tema wisata itu dipilih sebagai salah satu bentuk untuk lebih memeperkenalkan potensi wisata yang ada di Kota Pendidikan ini.

"Seru, asyik, mantap lah pokoknya. Kalau bisa tahun depan dua hari saja Kak, tapi ngecamp," pungkasnya.

Sebagai informasi, lomba website yang dikemas dalam kegiatan Journalist Camp merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Malang dengan media online MalangTIMES serta didukung oleh Air Asia dan Indomaret.

Journalist Camp 2019 merupakan kegiatan yang digelar kali kedua. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi era 4.0 dan tetap berpegang teguh pada karakteristik dan kebudayaan bangsa.

Journalist Camp menjadi salah satu agenda tahunan yang banyak diapresiasi lantaran mengajak siswa berperan secara aktif dan positif dalam mengakses teknologi dan media sosial. Kegiatan ini juga menghadirkan sederet pakar yang berpengaruh dalam perkembangan teknologi dan pendidikan karakter. 

End of content

No more pages to load