MALANGTIMES - Selama empat bulan awal tahun 2019, ada 82 bencana yang melanda Kota Malang. Kejadian tersebut menimbulkan dampak kerugian lebih dari Rp 8 miliar.

Dari data yang dipaparkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, bencana tanah longsor dan kebakaran yang paling mendominasi pada empat bulan terakhir ini.

Rinciannya yakni tanah longsor sebanyak 34 kali, kebakaran sebanyak 13 kali, angin kencang 12 kali, genangan air 10 kali, pohon tumbang 9 kali, gempa 1 kali dan kejadian non-alam 3 kali.

Analis bencana BPBD Kota Malang Mahfuzi mengatakan nilai kerugian akibat bencana dihitung berdasarkan kerusakan dan kerugian yang dialami. Yakni dari kumulatif dampak fisik dan non-fisik yang dirasakan korban bencana.

"Total kerugian di empat bulan pertama atas bencana yang terjadi di Kota Malang ini mencapai Rp. 8.269.928.000.  Data tersebut berdasar pada hitungan kerusakan dan kerugian yang dialami korban bencana," ujar dia.

Melihat data tersebut, upaya pengurangan risiko bencana telah dilakukan BPBD, baik dengan pelatihan, simulasi, sosialisasi, bahkan program kelurahan tangguh serta sekolah aman bencana. Kendati demikian, BPBD merasa jika idealnya porsi pencegahan dan kesiapsiagaan dalam kewaspadaan bencana harus lebih besar.

Apalagi, dampak dan kerugian akibat bencana ini sedikit banyak memengaruhi aktivitas pembangunan dan hak hidup bagi korban. Karena itu, perlu mengubah mindset (pola pikir) penanggulangan bencana ke arah diseminasi dan edukasi bencana.

"Kapan saja bencana terjadi itu, tidak ada yang tahu. Tapi pencegahan bisa dilakukan untuk mengurangi potensi dan kerugian. Dengan meningkatkan fungsi kewaspadaan serta edukasi dini,  pemahaman sadar bencana akan naik signifikan," kata Mahfuzi.