Truk Pertamina saat melakukan distribusi dari Terminal BBM Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Truk Pertamina saat melakukan distribusi dari Terminal BBM Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Peningkatan arus transportasi darat di wilayah Malang Raya selama arus mudik hingga mudik balik bakal meningkat. Seiring dengan itu, Pertamina memprediksi adanya kenaikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 31 persen dibanding konsumsi normal.

Pjs. Operation Head Terminal BBM Malang, Rahmatullah Adi Cahya Nugraha mengatakan saat ini kebutuhan BBM di wilayah tersebut mencapai 2.100 KL per hari. "Estimasi kebutuhan BBM di puncak arus mudik nanti sekitar 2.758 KL per hari, jika dibandingkan Lebaran 2018 ini juga naik 11 persen," ujarnya. 

Meski demikian, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM selama Ramadan hingga lebaran di wilayah Malang Raya dan sekitarnya aman. Saat ini, stok BBM di Terminal Pertamina Malang sebanyak 7.000 kilo liter/KL. Ketahanan stok diestimasikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat 3 hingga 4 hari ke depan. 

Stok BBM tersebut meliputi preimum, pertamax, pertalite, dex, dexlite, dan bio solar. "Setiap hari kita mendapatkan kiriman 2.300 KL dari Surabaya. SPBU kita suplai terus setiap hari, jangan sampai di SPBU ada kekosongan BBM," kata Adi.

Menurut dia, kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline akan meningkat mulai H-15 hingga H+15 lebaran, dimana puncaknya terjadi pada H-1 lebaran mendatang. Untuk mengantisipasi puncak konsumsi BBM, satgas Terminal BBM Malang beroperasi setiap hari guna memastikan keamanan stok di setiap SPBU.

 "Stok kita amankan, koordinasi dengan stake holder terkait untuk kelancaran suplai," ujar pria yang juga menjabat sebagai supervisor receiving storage and distribution Terminal BBM Malang ini.

Ia menjelaskan, pada Lebaran tahun ini, diprediksi penjualan BBM jenis gasoline mengalami peningkatan sebesar 11 persen. Sebab, akan banyak kendaraan pribadi yang membutuhkan BBM lebih banyak untuk kepentingan arus mudik dan arus balik. 

"Sementara untuk BBM jenis gasoil diprediksi menurun 17 persen, sebab BBM jenis ini banyak digunakan kendaraan besar seperti truk. Sedangkan saat lebaran, kendaraan besar dilarang beroperasi," pungkas Adi. 

Untuk diketahui, Terminal BBM Malang tak hanya menyediakan stok BBM untuk wilayah Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang saja. Melainkan juga melayani kebutuhan masyarakat di kota/kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Lumajang.

End of content

No more pages to load