Masjid Jogokariyan Jogjakarta, Masjid Unik yang Terkenal sampai Luar Negeri

Selain Berlimpah Makanan dan Ada ATM Beras, Pengurus Masjid Jamin Ganti Barang Hilang Jamaah

May 10, 2019 07:18
Tumplek blek. Jamaah di Masjid Jogokariyan yang memiliki berbagai fasilitas unik. (@masjidjogokariyan)
Tumplek blek. Jamaah di Masjid Jogokariyan yang memiliki berbagai fasilitas unik. (@masjidjogokariyan)

MALANGTIMES - Mungkin, hanya di masjid inilah jamaah bisa menunaikan kewajibannya tanpa merasa takut barang pribadinya hilang. Baik sandal, sepatu sampai sepeda motor dan barang pribadi lain jamaah. Pasalnya, di masjid yang setiap hari  dipadati ribuan orang, baik warga sekitar atau warga luar daerah, ada jaminan terhadap barang pribadi yang dibawanya dari pengurus masjid.

Apabila hilang, apa pun bentuk barang pribadi jamaah masjid dijamin akan diganti oleh pengurus masjid yang letaknya ada di Jogjakarta ini. Hilang sandal atau sepatu, maka akan diganti dengan barang yang sama dan sesuai dengan mereknya. Bahkan kehilangan motor sekalipun, maka jamaah masjid yang beribadah di Masjid Jogokariyan, Jogjakarta, ini akan mendapatkan ganti yang sama.

Baca Juga : Menag Minta Tarawih Dilakukan di Rumah, Salat Id Ditiadakan, dan Halal Bihalal Online

Hal ini disampaikan Jayadi Amir Abu Nabil melalui media sosial yang juga diviralkan oleh beberapa akun lainnya. Msalnya akun Instagram @makassar_iinfo. 

"Bagi jamaah yang kehilangan apa pun di masjid ini, baik sendal, sepeda, atau bahkan motor, maka pengurus masjid bertanggung jawab menggantinya dengan yang baru dengan merek yang sama," tulis Jayadi.

Keunikan masjid Jogokariyan ini yang membuatnya semakin terkenal di berbagai daerah bahkan sampai ke luar negeri. Daya magnet Jogjakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan budaya serta dipenuhi berbagai peninggalan bersejarah semakin lengkap dengan adanya Masjid Jogokariyan ini.

Tidak hanya keunikan untuk mengganti barang pribadi jamaah yang hilang saja oleh pengurus masjid. Masjid dengan motto "Dari Masjid Membangun Persatuan Bangsa" ini juga memiliki berbagai hal yang mungkin tidak didapatkan di masjid lainnya di Indonesia, bahkan di luar negeri sekalipun.

Jayadi menceritakan, Masjid Jogokariyan juga memiliki ATM beras. ATM beras adalah salah satu program yang diusung oleh pengurus masjid untuk membantu warga tidak beruntung atau miskin. "Yang tidak mampu beli beras ke masjid saja gesek ambil beras. Yang sakit ada klinik masjid gratis, ada ngopi, ngeteh gratis tiap waktu." tulisnya. 

Keistimewaan ini semakin terlihat di bulan suci Ramadan. Siapa pun jamaah yang hadir dan memenuhi masjid yang terletak di Kampung Jogokariyan atau tepatnya di Jalan Jogokariyan, Mantrijeron, Jogjakarta, ini akan disambut dengan berlimpahnya takjil dan makan buka puasa secara gratis. 

Di masjid yang diresmikan tahun 1967 serta buka 24 jam ini, segala keperluan jamaah, bahkan warga sekitar yang membutuhkan bantuan, berasal dari infak dan sedekah jamaah itu sendiri.  Jayadi menyebutnya sebagai gerakan sisa infak nol rupiah. Yakni, gerakan agar saldo infak yang diberikan jamaah habis setiap pekan alias nol rupiah, kecuali apabila ada perencanaan pembangunan atau renovasi tertentu. 

Dalam sebuah penulisan ilmiah yang dibuat Wahyu Panca dan Puji Lestari (2014), dinyatakan para pengurus Masjid Jogokariyan memiliki pendapat bahwa infak jamaah bukan seharusnya disimpan di dalam rekening, melainkan harus dipergunakan untuk memaslahatan umat agar dapat memiliki nilai guna. 

Maka infak dan sedekah jamaah pun digunakan untuk berbagai kebutuhan. Selain untuk operasional masjid, juga digunakan untuk kebutuhan mendesak jamaah atau warga yang tinggal di sekitar masjid. Misalnya apabila ada jamaah yang anaknya perlu membayar uang sekolah atau berobat ke rumah sakit. 

Baca Juga : Wali Kota Dewanti Imbau Warganya Ibadah di Rumah

Wahyu Panca dan Puji Lestari juga mencatatkan, bagi pengurus Masjid Jogokariyan, sangat tidak etis ketika saldo rekening bank masjid menumpuk tetapi di sekeliling mereka masih banyak warga yang merasakan kesulitan hidup.

Bahkan, keunikan yang mungkin tidak ditemukan di masjid mana pun adalah program pemetaan jamaah. Jayadi memberikan contoh kecil dari program itu adalah warga kampung yang muslim tapi tidak pergi ke masjid akan didata. Jamaah warga kampung itu akan didatangi oleh pengurus masjid untuk diketahui sebab musababnya tidak ikut beribadah ke masjid. Apabila terdapat kesusahan  hidup, maka pengurus masjid akan mencarikan solusi kesempitannya tersebut. 

"Kalau miskin, dituntaskan. Kalau anaknya tidak mampu sekolah, langsung diberi beasiswa. Kalau rumahnya rusak, langsung dibedah dengan uang saldo masjid," tulisnya lagi.

Hal unik lain dari Masjid Jogokariyan -masih menurut Jayadi- adalah pengurus masjid mempersiapkan penginapan gratis untuk para musafir yang tidak bisa menyewa hotel. "Fasilitas bintang tiga. Gratis makan. Bahkan bila kehabisan ongkos, pengurus menjamin untuk memberikan ongkos pulang bagi musafir itu," pungkasnya.

 

Topik
Masjid Jogokariyan JogjakartaMasjid unikDari Masjid Membangun Persatuan Bangsamengganti barang yang hilangATM beras

Berita Lainnya

Berita

Terbaru