MALANGTIMES - Dinas Pendidikan kota Malang telah menetapkan pembagian zona Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMP. Seperti yang diketahui, PPDB di Kota Malang tahun ini menerapkan 90 persen dari sistem zonasi. Penerapan ini mengikuti Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018.

Kali ini, Dinas Pendidikan membagi 9 zona untuk PPDB SMP di kota Malang. Tiap zona berisi 5 hingga 9 kelurahan dan 3 pilihan SMP.

Zona 1 terdiri atas 6 kelurahan, antara lain Oro-oro Dowo, Gading Kasri, Bareng, Tanjungrejo, Kauman, dan Kiduldalem. 3 sekolahnya yakni, SMPN 1, SMPN 6, dan SMPN 8.

Zona 2 terdiri atas 7 kelurahan, yakni Sukoharjo, Kotalama, Polehan, Ciptomulyo, Jodipan, Kasin, dan Sukun. 3 sekolah yang ada dalam zona 2 ini yakni SMPN 2, SMPN 9, dan SMPN 19.

Zona 3 juga terdiri atas 7 kelurahan, antara lain Klojen, Samaan, Rampal Celaket, Kesatrian, Lowokwaru, Bunulrejo, dan Purwantoro. Untuk 3 sekolahnya yakni SMPN 3, SMPN 5, dan SMPN 20.

Zona 4 terdiri atas 7 kelurahan, yakni Sumbersari, Penanggungan, Dinoyo Ketawanggede, Merjosari, Tlogomas, dan Karang Besuki. Sekolah dalam zonasi ini yaitu SMPN 4, SMPN 13, dan SMPN 25 (Satap Merjosari).

Zona 5 terdiri atas 6 kelurahan, yaitu Bumiayu, Mergosono, Buring, Wonokoyo, Tlogowaru, dan Arjowinangun. 3 sekolah dalam zona ini yakni SMPN 7, SMPN 10, dan SMPN 23.

Zona 6 terdiri atas 7 kelurahan, antara lain Tunjungsekar, Polowijen, Mojolangu, Jatimulyo, Tulusrejo, Tunggulwulung, dan Tasikmadu. 3 sekolah dalam zona 6 ini yakni SMPN 11, SMPN 18, dan SMPN 26.

Zona 7 terdiri atas 8 kelurahan, yaitu Bandungrejosari, Kebonsari, Gadang, Pisang Candi, Bandulan, Karangbesuki, Bakalankrajan, dan Mulyorejo. SMPnya yakni SMPN 12, SMPN 15, dan SMPN 17.

Zona 8 terdiri atas 5 kelurahan, antara lain Pandanwangi, Purwodadi, Arjosari, Balearjosari, dan Blimbing. 3 sekolahnya yakni, SMPN 14, SMPN 16, dan SMPN 24.

Zona 9 terdiri atas 5 kelurahan juga, yakni Lesanpuro, Madyopuro, Sawojajar, Cemorokandang, dan Kedungkandang. 3 SMO dalam zona ini yakni SMPN 21, SMPN 22, dan SMPN 27.

Perlu diketahui, jalur zonasi ini menggunakan sistem perangkingan jarak dari titik pusat koordinat sekolah dengan domisili tempat tinggal/rumah siswa sesuai KK.

"Perangkingannya melalui jarak. Jarak dari titik koordinat dengan tempat tinggal," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan kota Malang, Kamis (9/5).

Jadi, siswa nantinya akan memilih salah satu sekolah. Namun pengarahan akan dilakukan oleh sistem. Yang jelas, semua dirangking berdasarkan jarak. "Perangkingan menggunakan jarak ini didapat dengan cara menentukan jarak antara alamat tempat peserta didik sesuai dengan KK dengan pusat koordinat sekolah dengan menggunakan google map," beber Totok.

Nah, jika jarak tempat tinggal calon peserta didik baru sama pada batas daya tampung, maka yang diterima adalah calon peserta didik baru yang mendaftar lebih dahulu.

Sementara itu, khusus untuk warga di wilayah perbatasan, asalkan siswa tersebut merupakan lulusan SD dari kota Malang, maka ia dapat ikut mendaftar melalui jalur zonasi. "Bisa (mendaftar di SMP kota Malang) asalkan anak itu lulusan SD di kota Malang," pungkasnya.