Komisioner Bawaslu Rusmifahrizal Rustam (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Komisioner Bawaslu Rusmifahrizal Rustam (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Belum lama ini, Kota Malang heboh mengenai gerakan pengembalian money politic ke Bawaslu. Ada sekelompok orang mengaku menerima uang saat masa tenang Pemilu 2019 serentak  lalu.

Mereka mendatangi Kantor Bawaslu Kota Malang dengan menyerahkan amplop berisi uang. Asal uang itu disinyalir dari salah seorang yang mengarahkan masyarakat ini untuk memilih partai dan caleg tertentu.

"Senin kemarin (6/5) ini, ada beberapa masyarakat datang untuk mengembalikan uang. Ya kata dia, dapat dari istrinya dan disuruh milih partai tertentu. Tapi dia nggak tahu siapa yang memberi itu," ujar Komisioner Bawaslu Rusmifahrizal Rustam ditemui di kantornya Jalan Teluk Cenderawasih, Kota Malang, Kamis (9/5).

Rusmifahrizal menjelaskan, beberapa orang ini berasal dari Kecamatan Lowokwaru dan Klojen. Mereka membawa amplop berisi uang senilai Rp 50 ribuan.

"Jadi, mereka ke sini bukan laporan ya, tapi menyerahkan uang saja. Ada ketakutan. Takut nantinya akan berurusan dengan pihak kepolisian soal uang pemilu itu. Makanya mereka datang atas usulan temannya bahwa yang menangani ini Bawaslu," imbuh dia.

Namun, uang yang diserahkan itu tidak dapat diterima Bawaslu. Pasalnya, Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk pengumpulan uang tersebut.

Apalagi, proses pemberian uang terjadi saat masa tenang pemilu. Sehingga pihak Bawaslu tidak bisa melakukan tindakan lebih jauh.

"Karena itu diberikan saat masa tenang, harusnya dikembalikannya bukan sekarang. Seandainya mereka melaporkan saat minggu tenang, itu pasti kami  tindak," tandasnya.

Pihak Bawaslu menyarankan seandainya memang tidak menginginkan keberadaan uang tersebut, bisa disalurkan untuk sedekah di masjid. Kecuali, jika uang tersebut barang bukti, maka bisa disimpan oleh Bawaslu.

"Kami menjawab untuk jangan diserahkan ke kami. Sampeyan terima saja. Kalau tidak mau, bisa disumbangkan ke masjid. Karena mereka bukan melaporkan dan kami bukan tempat untuk mengumpulkan uang kecuali itu alat bukti kita," ungkap Rusmifahrizal.

Hari ini, sejumlah personel kepolisian terlihat diterjunkan untuk mengamankan Kantor Bawaslu Kota Malang. Ada tiga titik lokasi lainnya juga yang dijaga aparat penegak hukum, yakni di kantor KPU, gudang KPU, dan GOR Ken Arok.

Pengamanan tersebut dilakukan setelah beredar Informasi akan datang kelompok masyarakat dengan tujuan tertentu atau disebut gerakan people power.

End of content

No more pages to load