Kresna Dewanata Phrosakh, caleg NasDem dari Jatim V, siap kembali ke Senayan. (dok MalangTIMES)
Kresna Dewanata Phrosakh, caleg NasDem dari Jatim V, siap kembali ke Senayan. (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 telah berakhir di Malang Raya. Dari hasil tersebut, perolehan capres dan cawapres telah diketahui secara umum. Begitu pula di tingkat provinsi, kabupaten, dan tingkat pusat.

Walaupun hasil telah dikeluarkan, KPU Kabupaten Malang melalui komisioner  Sofi Rahma Dewi mengatakan, setelah rekapitulasi tingkat kabupaten/kota, masih ada proses lanjutan. "Selanjutnya proses rekapitulasi tingkat provinsi sampai tingkat pusat. Selanjutnya ada penetapan calon terpilih," kata Sofi, Kamis (09/05/2019).

Dari hasil rekapitulasi suara di tingkat Malang Raya, kursi DPR RI masih dikuasai PDI-Perjuangan dengan tiga kursi dari total delapan kursi dari Dapil V. Salah satunya melalui wajah baru di dunia politik. yaitu artis Krisdayanti (KD), yang secara mengejutkan meraup suara tertinggi di Jatim V. 

Krisdayanti mendulang suara sekitar 386.863. Dia mengalahkan suara rekan separtainya yang juga petahana DPR dari Dapil V, yakni  Ahmad Basarah yang merupakan politisi elit PDI-Perjuangan. Basarah sendiri juga lolos lagi ke Senayan.

Dari PKB, mencuat nama Ali Ahmad (Gus Ali) dengan perolehan suara terbilang tinggi, yaitu 94.474 suara. Gus Ali walau merupakan pendatang baru dalam perebutan kursi DPR RI  membuktikan dirinya mampu menjadi pemenang dan memiliki suara kedua tertinggi.

Namun, secara normatif, dirinya mengatakan untuk tetap menunggu keputusan akhir dari KPU. "Kami menunggu pengumuman resmi dari KPU karena KPU yang berhak menetapkan caleg terpilih," ucap ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini.

Tapi Gus Ali sangat optimistis bisa duduk di Senayan. "Optimis masuk. Apalagi PKB juga punya suara yang banyak," ujar dia.

Sedangkan lima caleg petahana  yang akan kembali menduduki kursi DPR RI adalah Kresna Dewanata Phrosakh (NasDem), Moreno Soeprapto (Gerindra), Hj Lathifah Shohib (PKB), Andreas Eddy Susetyo (PDIP), dan Ridwan Hisjam (Golkar).