Unik, di Banyuwangi Tadarus Gunakan Alquran Raksasa

May 09, 2019 15:41
Tadarus menggunakan Alquran raksasa di Masjid Baiturahman Banyuwangi.
Tadarus menggunakan Alquran raksasa di Masjid Baiturahman Banyuwangi.

MALANGTIMES - Tadarus di Masjid Agung Baiturahman Banyuwangi lain dengan tadarus umumnya. Jika biasanya tadarus  menggunakan Alquran kecil, di Masjid Agung Baiturahman tadarus dilakukan dengan menggunakan Alquran berukuran raksasa. 

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Alquran ini memiliki tinggi 2 meter dan lebar 1,5 meter. Beratnya mencapai empat kuintal.

Alquran raksasa ini hanya dibaca pada bulan Ramadan dan pada momentum hari besar Islam tertentu. Sudah ada semacam tim khusus untuk membaca Alquran raksasa ini. Tim pembaca Alquran ini berjumlah 7 orang.

 Pembaca Alquran tidak perlu membuka lembaran Alquran. Sebab, sudah ada dua orang yang khusus bertugas untuk membuka lembaran Alquran.

Menurut Sekretaris Yayasan Masjid Agung Baiturahman Banyuwangi Iwan Azis Siswanto, tadarus dengan Alquran raksasa ini sudah dilakukan sejak Ramadan tahun 2011 silam. Tadarus dimulai usai salat Tarawih hingga pukul 22.00 WIB. “Setiap malam antara 2 sampai 3 juz. Sampai malam 27 Ramadan, bisa khatam sampai 3 kali,” katanya, Rabu (8/5/19), malam.

Dia menyebut, Alquran raksasa ini sudah berada di Masjid Agung Baiturahamn sejak malam ke-27  Ramadan 2011. Alquran ini merupakan hibah dari penulisnya langsung, yakni H Abdul Karim, warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi.  

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Alquran raksasa ini ditulis selama kurang lebih 6 bulan. Abdul Karim sebelumnya memang memiliki nazar untuk menyumbangkan Alquran raksasa itu ke Masjid Agung Baiturahman. “Ini merupakan tulisan tangan dengan menggunakan tinta dan kertas khusus yang didatangkan dari Jepang,” jelasnya.

Agar Alquran raksasa ini tetap terjaga, pengurus Masjid Agung Baiturahman selalu membersihkannya setiap hari. Sehingga kondisi tulisan dan warna Alquran tetap bagus sampai hari ini. “Sekitar delapan tahun, kami buka Alquran raksasa ini setiap bulan Ramadan. Sampai saat ini alhamdulilah masih eksis,” ungkap dia.

Menurut koordinator tim semaan Alquran raksasa Ahmad Rifai, sebenarnya tidak ada perbedaan dalam membaca Alquran raksasa dengan Alquran pada umumnya. Hanya, kalau membaca Alquran kecil sudah biasa, tapi kalau Alquran raksasa luar biasa. “Kalau tidak terbiasa, lebih tergratul-gratul (tersendat-sendat). Kalau sudah terbiasa, insya Allah jalan sendiri,” katanya.

Topik
BanyuwangiBerita BanyuwangiMasjid Baiturahman BanyuwangiTadarus Alquran raksasaKecamatan Genteng

Berita Lainnya

Berita

Terbaru