Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Beredarnya isu gerakan people power di media sosial membuat Kota Malang waspada. Meski tanda-tanda munculnya pergerakan itu belum terlihat, aparat penegak hukum sigap melakukan penjagaan di empat titik lokasi di Kota Malang. 

"Sementara ini, di Kota Malang memang belum ada. Tapi kami mengantisipasi itu dengan melakukan pengamanan di empat titik lokasi," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat ditemui di Kantor Bawaslu Kota Malang, Kamis (9/5).

Suasana Pengamanan Di Kantor KPU Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Empat titik lokasi yang fokus dijaga tersebut adalah kantor Bawaslu, kantor KPU, gudang KPU, dan GOR Ken Arok Kota Malang. Dari pantauan MalangTIMES, suasana di area kantor Bawaslu dan KPU sejak pagi tadi telah dikerumuni sejumlah aparat kepolisian. Para petugas penegak hukum ini memantau situasi terkait beredarnya kabar mengenai kedatangan sejumlah masyarakat ke KPU dan Bawaslu hari ini.

Karena tidak mau kecolongan, sejumlah 250 personel telah diturunkan untuk pengamanan usai pelaksanaan Pemilu 2019 itu.  "Bawaslu dan KPU pusat juga melakukan kegiatan ini. Kami mengantisipasi di Kota Malang. Ya mudah - mudahan tidak ada kegiatan tersehut di Kota Malang," ucap kapolres.

Aparat Kepolisian Berjaga Di Kantor Bawaslu Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Apalagi, belum lama ini sempat beredar di media sosial terkait pengajuan izin kegiatan buka bersama dan deklarasi kemenangan oleh salah satu paslon capres-cawapres yang akan dilakukan di GOR Ken Arok Kota Malang. Walau kegiatan tersebut telah dibatalkan oleh pihak penyelenggara, pihak kepolisian tetap waspada.

"Kemarin itu sudah sempat beredar di media sosial, sehingga tempat-tempat tersebut kami amankan. Tapi kami tetap antisipasi siapa tahu ada yang datang kami selalu siap sedia mengamankan," pungkasnya.

End of content

No more pages to load