Screenshot video. (istimewa)
Screenshot video. (istimewa)

MALANGTIMES - Sebuah video berdurasi 1 menit 57 detik yang beredar menunjukkan seorang laki-laki tengah berbicara dengan nada tinggi kepada ulama asal Rembang, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Lelaki tersebut diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Mbah Moen, yakni Gus Ishak Lasem. 

Dalam video tersebut, terlihat Mbah Moen didampingi seorang Kiai berpakaian serba putih di sebelah kanannya. Sementara itu, Gus Ishak di depan Mbah Moen mengenakan batik. Dengan berbahasa Jawa dan nada tinggi, Gus Ishak menyatakan dirinya dan kawan-kawannya meyakini kemenangan Prabowo pada Pemilu 2019. Dan kali ini pihaknya siap bergerak untuk membuktikan kecurangan pada Pemilu 2019 ini.

"Jelas pengalaman 14 (Pemilu 2014) itu dicurigai kecurangan, cuma Prabowo legowo (ikhlas)," ujarnya kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar tersebut.

 "Ini sudah siap semua Mbah, tidak akan mungkin mundur. Ini yang korban kan rakyat. Ini kalau sampai geger kan rakyat yang kasihan Mbah," imbuhnya. 

Didasari pada keyakinannya akan kemenangan Prabowo, Gus Ishak menegaskan bahwa dirinya akan melakukan Mubahalah karena dianggap sebagai jalan terakhir dan lebih dipercayai. "Lha itu curang Mbah, saya bisa membuktikan. Ini sudah siap sumpah Mubahalah, siap Sumpah Mubahalah ini keponakan jenengan," tandasnya.

Untuk diketahui, sumpah Mubahalah dilakukan oleh dua pihak yang berperkara. Mereka kemudian berdoa kepada Tuhan agar menjatuhkan laknat kepada pihak yang mengingkari kebenaran. Dalam video tersebut pada menit ke 1:30, juga terdengar Gus Ishak yang berkali-kali meminta maaf karena menyampaikan kalimat dengan nada agak tinggi di hadapan Mbak Moen. 

"Saya satu grup yakin Prabowo menang, lah Njenengan yakin Jokowi menang," ujar Gus Ishak.  Namun kemudian Mbah Moen membantah Gus Ishak. 

"Yo ora, aku yo ora yakin," ungkapnya yang berarti dia juga tidak yakin. Setelah itu, Mbah Moen menyampaikan beberapa pernyataan namun tidak terdengar jelas. 

Sementara itu, orang terdekat Mbah Moen, Ahmad Asyrofi atau yang akrab disapa Arof itu membenarkan video tersebut. "Iya. (Kejadiannya) Kemarin Selasa, (7/5) ba'da Magrib," ujarnya dilansir dari Gelora.co. 

Menurut Arof, hal itu terjadi tatkala Ishak bersama rombongan Kiai dan Habaib pendukung Paslon 02, menemui Mbah Moen di Ndalem Sarangan, Komplek Ponpes Al-Anwar. "(Mereka) Menerangkan terjadinya sejumlah kecurangan dalam Pemilu kali ini. Kemudian membujuk Mbah Moen agar mengeluarkan fatwa, tapi beliau menolak," katanya. 

Mbah Moen dalam menolak permintaan dari kemenakan itu juga menjelaskan bahwa dirinya tetap mengikuti keputusan dari Penyelenggara Pemilu atau pihak terkait. "Mbah Moen tetap mendukung 01 dan menyerahkan prosesnya kepada KPU, Bawaslu dan MK," pungkasnya.