Kanan : Hj Jajuk Rendra Kresna akhirnya dipastikan melaju ke DPRD Provinsi Jatim (Nana)

Kanan : Hj Jajuk Rendra Kresna akhirnya dipastikan melaju ke DPRD Provinsi Jatim (Nana)



MALANGTIMES - Kekuatan kaum perempuan atau the power emak-emak, di dunia politik menampakkan tajinya. Khususnya di wilayah pemilihan Jawa Timur (Jatim) baik tingkat DPR RI sampai DPRD Provinsi.

Kekuatan tersebut yang membuat para caleg DPR dan DPRD Provinsi Jatim dari kaum Adam, harus angkat topi. Sisa terbesarnya angkat kaki dari perebutan kursi legislatif dikarenakan suara yang tidak memadai. Hal inilah yang terjadi dalam Pemilu 2019, dimana para perempuan hebat Jatim melibas para pria. Serta memposisikan dirinya di peringkat pertama dengan suara tertinggi di masing-masing dapilnya.

"Modal saya maju hanya dengan Bismillah saja. Bila nanti terpilih menjadi anggota dewan di Provinsi Jatim, itu adalah amanah bagi saya," kata Hj Jajuk Rendra Kresna caleg dari partai NasDem yang berlaga di Jatim VI.

Lantas, apa yang membuat para emak-emak ini melibas para pria di Pemilu 2019? 

Wawan Sobari, pakar politik Universitas Brawijaya (UB) menyatakan, kekuatan para perempuan yang ikut bertarung di ketatnya Pemilu 2019 selain memiliki popularitas juga karena kiprah mereka di ranah politik maupun publik selama ini.

"Popularitas para caleg perempuan yang menjadi senjata mereka mengungguli caleg lainnya di Jatim. Selain juga ketokohan mereka yang memang telah lama dibentuk, sehingga para tokoh perempuan itu dikenal luas di masyarakat," kata Sobari yang menyebut ada lima caleg perempuan untuk DPR RI dan DPRD Jatim yang meraih suara tertinggi di daerah pemilihan (dapil) Malang Raya. 

Dari beberapa data, Krisdayanti yang berangkat lewat PDI-Perjuangan bahkan mampu menyalip posisi politis kawanan satu partainya, Ahmad Basarah. Krisdayanti untuk DPR RI meraih 133.131 suara di Malang Raya dan memposisikan dirinya di peringkat pertama suara terbanyak. Pun caleg perempuan dari PKB Lathifah Shohibul yang mendapatkan suara 109.992 suara.

Krisdayanti

"Krisdayanti selain orang Batu asli, popularitasnya sebagai selebriti masih sangat kuat. Ini yang membuatnya mudah meraup suara terbanyak di Malang Raya," ujar Sobari.

Di tingkat DPR Provinsi Jatim, Sri Untari yang memang dikenal sebagai kader PDI-Perjuangan dan memiliki basis massa nyata berada di peringkat pertama. Dirinya meraup 112.080 suara. Di urutan kedua perolehan suara terbanyak terdapat Hikmah Bafaqih asal PKB. Dirinya  mendulang suara 67.025. Di urutan berikutnya adalah Hj.Jajuk Rendra Kresna asal partai Nasdem yang mendapatkan 50.575 suara.  

Sri Untari

Hikmah Bafaqih

Masih menurut Sobari, kemenangan para tokoh perempuan di Jatim, memang lebih didorong faktor popularitas serta ketokohan mereka selama bertahun-tahun di ruang-ruang publik. "Krisdayanti mencontohkan kemenangan yang didorong efek popularitasnya sebagai artis sejak dulu. Sedangkan Sri Utami, Jajuk Rendra, Hikmah Bafaqih selain populer di ranah publik karena tugas yang selama ini mereka sandang," ucapnya.

Dirinya, menyebutkan, untuk dua tokoh perempuan dari PDI-Perjuangan dan partai NasDem, mereka memiliki aspek populer serta faktor kesukaan. "Sri Untari, memang diakui sudah lama populer dan punya basis massa secara politis. Tapi, bagi saya yang riil punya kerja-kerja kaitan perempuan mungkin hanya Untari dan Bu Jajuk," pungkasnya.

End of content

No more pages to load