MALANGTIMES - Modus penipuan dengan menawarkan barang-barang elektronik murah di bawah harga pasaran, masih saja ada dan beredar di grub-grub media sosial, seperti misalnya pada media sosial Facebook.

Bahkan modus penipuan tersebut juga telah menyebar ke grup yang ada di Kota Malang, yaitu Jual Beli HP Baru dan Seken Kota Malang. Terdapat sebuah postingan yang diposting oleh akun Fitria Fitriana yang menawarkan elektronik mulai dari HP sampai kamera dengan harga yang cukup jauh dibawah harga sebenarnya. Dalam postingan tersebut juga lengkap dengan nomor telfon si pelaku, 082246103018.

Seperti harga Laptop Toshiba tipe L840 core i5 dimana harga asli adalah sekitar Rp 8 juta, hanya dijual Rp 700 ribu. Kemudian adalagi Kamera Nikon D5000 yang harga aslinya adalah sekitar Rp 4 juta, juga dijual dengan harga Rp 700 ribu. Selain itu, ada lagi HP yang dijual pelaku dengan berbagai merek terkenal, dijual dengan harga Rp 700 ribuan.

Dari situ, kemudian MalangTIMES mencoba menelusuri kebenaran dari postingan tersebut.  MalangTIMES kemudian mencoba menghubungi nomor yang tertera pada postingan. Tak lama chat dari MalangTIMES melalui WhatsApp, langsung dijawab oleh pelaku. MalangTIMES mencoba bertanya  mengenai barang yang dijual pelaku. Di sana pelaku mengatakan bahwa semua barang yang ia jual adalah baru dan 100 persen original.

"Di jamin gan ori 100%. Bila ada apa-apa belakangan saya akan pertanggungjawaban kata-kata saya. Kalau perlu bisa laporkan kepada pihak berwajib," balas pelaku untuk meyakinkan korban.

Kemudian pelaku mengatakan bila memang serius untuk memesan, barang nantinya akan dikirim melalui JNE dengan jangka waktu pengiriman dua hari. Saat itu untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga mengirimkan sebuah alamat yang belum diketahui kebenarannya apakah asli atau tidak.

"Alamat toko kami ; Jl. Nagarawangi no.25, Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat, kode pos.46124," balas pelaku kepada MalangTiron.

Dan bukan hanya itu, untuk lebih kembali meyakinkan korbannya, pelaku mengirimkan sebuah foto KTP dan foto yang diakui pelaku adalah dirinya  dengan memegang KTP atas nama Agung Hendra Cahyana Putra.  Tak puas dengan itu, pelaku juga kembali mengirimkan sebuah dokumen perizinan dari dinas terkait.

Dalam dokumen perizinan itu, tertera sebuah nama counter bernama Galery Phone, dengan pemilik Agung Hendra Cahyana Putra. Namun dari beberapa foto atau dokumen terdapat hal yang ganjil. Yakni foto-foto dokumen tersebut memiliki kualitas yang buruk atau buram. Begitu juga dengan dokumen perizinan yang dikirimkan pelaku.

Dan setelah MalangTIMES menanyakan perihal kualitas foto yang dikirim yang begitu buruk, serta mengajak untuk bertemu langsung, nampaknya pelaku mulai menyadari jika korbannya sadar kalau ia merupakan pelaku penipuan. Setelah itu, pelakupun langsung memblokir nomor WhatsApp MalangTIMES.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengimbau, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan modus-modus elektronik yang dijual murah, di bawah harga pasaran. Pasalnya sudah banyak korban yang akhirnya justru tertipu dengan modus tersebut.

"Hati-hati jika bertransaksi secara online. Sudah banyak mereka yang jadi korban dengan modus menawarkan harga yang murah, namun malah jadi korban penipuan. Kami imbau jangan mudah percaya. Jika memang ingin membeli, lebih baik datang langsung ke toko, untuk memastikan bahwa barang memang benar-benar ada," jelasnya.