MALANGTIMES - Sambut wisata heritage Kayutangan, taman Chairil Anwar yang tepat berada di Jl. Jenderal Basuki Rahmat dipercantik. Tampak, para petugas sudah membersihkan kawasan median jalan tempat diletakkannya monumen bersejarah tersebut.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (Disperkim) Kota Malang Ir Dyah Ayu Kusumadewi  menyampaikan, pembenahan taman Chairil Anwar dilakukan sejak Senin (6/5/2019) kemarin. Tujuannya adalah untuk mempercantik area taman dan lebih menonjolkan monumen bersejarah tersebut.

"Tidak ada yang diubah sama sekali. Itu adalah untuk mempercantik median sekaligus lebih menonjolkan Monumen Chairil Anwar," katanya pada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Diah menyampaikan, Monumen Chairil Anwar merupakan salah satu monumen paling bersejarah yang menjadi aset penting Pemerintah Kota Malang. Melalui pemugaran itu diharapkan Monumen Chairil Anwar menjadi lebih banyak dikenal oleh masyarakat dan menjadi pelajaran tersendiri.

"Proses pengerjaan kalau tidak salah selama empat bulan, nantinya Monumen akan ditonjolkan dengan lebih ditinggikan lagi," jelas perempuan berhijab itu.

Monumen Chairil Anwar ini sendiri merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Kota Malang. Karena monumen tersebut menjadi salah satu simbol semangat merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat Chairil Anwar dalam memperjuangkan kemerdekaan itu pun dikenang melalui sederet puisinya. Salah satu yang paling terkenal yang berjudul 'Aku' itu pun dipahat di bawah monumen kepala Chairil Anwar tersebut sebagai semboyan semangat.

Pada tanggal 28 April 1955, monumen atau Patung Chairil Anwar diresmikan oleh Wali Kota Malang keenam M. Sardjono Wirjohardjono, dimana tanggal 28 April merupakan tanggal wafatnya Chairil Anwar.

Sebelumnya, dalam sejarah juga tercatat jika Chairil Anwar datang ke kota Malang saat Sidang Pleno Kelima Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 25 Februari hingga 6 Maret 1947 yang diadakan di gedung Societiet Concordia (sekarang gedung Sarinah Malang).