Topeng panji (istimewa)

Topeng panji (istimewa)



MALANGTIMES - Hawai Water Park terus mengembangkan sayapnya dalam dunia wisata. 

Untuk kembali mengenalkan budaya kepada para generasi penerus, sebuah museum budaya yang diberi nama Museum Budaya Ganesha akan segera dibuka dalam kurun waktu kurang dari dua bulan dari sekarang. 

Para pemerhati atau pecinta budaya sebentar lagi akan dimanjakan dengan museum budaya yang terletak di komplek wisata Hawai Water Park di Perum Graha Kencana Raya, Singosari, Kabupaten Malang. 

Beragam budaya Tanah Air akan tersaji dalam konsep yang tidak dimiliki oleh museum lainnya.

Mulai dari topeng panji, wayang kulit, wayang golek, wayang potehi hingga benda pusaka yang merupakan warisan budaya nusantara. 

Direktur Utama Hawai Water Park Bambang Judo Utomo mengatakan harapannya membangun Museum Budaya Ganesha itu agar warisan budaya leluhur tidak punah ditelan zaman.

Karena ia menilai saat ini, khususnya di Malang Raya sangat jarang sekali ada museum yang mengenalkan budaya Indonesia. 

"Itu memang kami siapkan untuk wisata edukasi, biar sejarah tidak punah. Jadi itu budaya di seluruh Indonesia, memang kebanyakan dari Pulau Jawa, tapi dari daerah lain juga pasti ada," ungkap Bambang Judo Utomo kepada MalangTIMES.
 

Pusaka (istimewa)


Lanjut Bambang Judo Utomo, di dalam Museum Budaya Ganesha itu nantinya pengunjung tidak sendirian, karena akan ada pemandu yang mengarahkan dan menjelaskan setiap detail warisan budaya nusantara yang dipajang. 

Jadi untuk pengunjung tidak perlu khawatir karena guide yang disiapkan akan menceritakan dari mana asal muasal nya. 

"Museum Budaya Ganesha nantinya ada seribu topeng panji, lalu pusaka-pusaka kerajaan (khususnya Jawa Timur) dan daerah lain di Indonesia seperti Banten dan lain-lain. Nanti pengunjung juga tidak perlu khawatir, karena ada pemandu untuk keliling, jadi mereka tidak perlu bertanya-tanya lagi, karena tujuannya kami mengedukasi," paparnya. 

Sementara itu, sasaran dibangun Museum Budaya Ganesha yaitu untuk para pelajar, agar mereka memiliki wawasan tentang warisan budaya leluhur. 

Karena untuk saat ini generasi penerus lebih condong melihat gaya atau style luar negeri, dan hal itu bisa menjadi boomerang bagi bangsa Indonesia yang tidak mengenal barang-barang asli milik leluhur nusantara. 

"Sasarannya memang untuk pelajar, jadi mengenalkan sejarah kepada generasi penerus bangsa, agar mereka tahu bahwa leluhurnya sangat luar biasa," katanya. 

Untuk pembukaannya sendiri Museum Budaya Ganesha rencananya akan soft opening H+2 Hari Raya Idul Fitri 2019. 

Saat ini, museum tersebut masih dalam proses pengerjaan dan penataan. 

"Untuk soft opening pasti terjangkau tiketnya, tapi kami belum bisa sebutkan harganya sekarang," pungkasnya.

End of content

No more pages to load