Terduga pelaku saat diamankan petugas gabungan dari kepolisian Polres Malang dan Perhutani, Kecamatan Turen (Foto : Istimewa)
Terduga pelaku saat diamankan petugas gabungan dari kepolisian Polres Malang dan Perhutani, Kecamatan Turen (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Memasuki bulan ramadan sebagaian besar umat Islam berlomba-lomba beribadah memperbanyak amal kebaikan. Namun tidak demikian dengan yang dilakukan ALS (inisial). Dia malah disibukkan dengan aksi pencurian kayu hutan di lahan milik perhutani, Senin (6/5/2019) tengah malam. 

Dari pendalaman MalangTIMES.com, kayu yang dicuri oleh pelaku merupakan pohon yang berada di kawasan hutan milik negara, yang berlokasi di Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen. “Sedikitnya ada puluhan pohon yang ditanam di lahan seluas 78,25 meter persegi, dibabat habis oleh pelaku,” kata Supervisor Wisata dan Aset Perhutani KPH Malang, Nanang Wahyudi kepada malangtimes.com.

Kasus ini terungkap setelah petugas perhutani mendapat laporan dari masyarakat, jika di kawasan hutan yang berada di Kelurahan Sedayu telah dicuri oleh seseorang yang tidak dikenal. Aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, pada Minggu (5/5/2019). Mendapat informasi tersebut, petugas gabungan dari perhutani dan buser Polres Malang, diterjunkan ke lokasi kejadian. 

Dari penelusuran petugas, kayu hasil curian tersebut diangkut menggunakan truk. Setelah melakukan penyanggongan selama berjam-jam. Senin (6/5/2019) dini hari, atau tepatnya sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Petugas akhirnya mendapati pelaku, sedang mengendarai truk yang diduga mengangkut kayu hasil curian tersebut. “Kayu hasil curian kami dapati setelah mengeledah bak truk yang dikendarai oleh pelaku,” sambung Nanang kepada MalangTIMES.com.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah mengaku masih berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Malang, guna memastikan kasus pencurian kayu diwilayah hutan milik negara tersebut. Hingga saat ini, selain pemilik truk. Beberapa barang bukti berupa kayu jenis Rimba Wadang dan satu unit truk nopol N-9814-UD, yang digunakan untuk mengangkut kayu hasil curian. Sudah dibawa ke Mapolres Malang, guna kepentingan penyidikan. “Informasinya petugas masih melakukan pengembangan, diduga kasus pencurian kayu ini melibatkan banyak jaringan,” pungkasnya.