Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - 19 desa di Kota Batu sudah mendapatkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). 

Rupanya bagi Pemkot Batu  dua anggaran itu dirasa belum cukup untuk memaksimalkan desa wisata di Kota Batu.

Karena itu pada tahun 2019 ini untuk peningkatan usaha ekonomi desa Pemkot Batu menganggarkan kepada pemberdayaan manajemen usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk desa wisata. 

Totalnya ada 19 paket yang akan digelontorkan. 

Anggaran untuk 19 paket ini sebesar Rp 4,7 miliar untuk Bumdes.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan selama ini desa sudah dikucuri DD, dan ADD. 

Namun untuk memajukan desa wisata, pihaknya menggelontorkan dana khusus yang bisa dikembangkan oleh Bumdes.

“Karena kita kan ingin memajukan desa wisata, sehingga kita ingin nanti melalui Bumdes ini bisa banyak bermunculan lagi desa wisata,” kata Punjul.

Ia menjelaska bahwa program ini sudah diusulkan saat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tingkat Provinsi. 

"Alangkah baiknya anggarab itu dikucurkan demi kemajuan desa wisata ini. Provinsi juga memberikan fasilitas untuk meningkatkan jumlah wisatawan," imbuhnya.

Selain itu dengan Bumdes bisa berjalan, tentunya akan berimbas pada perekonomian masyarakat sekitar.

Diketahui sejauh ini anggaran yang digunakan Bumdes ini diambil dari ADD dan DD agar maksimal dan bisa memberdayakan masyarakat desa.

End of content

No more pages to load