Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Meski Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sudah lama digerakkan Bank Indonesia (BI), hingga kini transaksi non tunai atau cashless di wilayah Kota Malang masih belum menjangkau masyarakat. Pasalnya, untuk menanamkan perpindahan transaksi dari tunai ke cashless tidaklah mudah. Walaupun memang di beberapa tempat, model transaksi itu sudah digalakkan. 

Seperti di supermarket, yang telah menyediakan sistem pembayaran cashless tapi juga tetap melayani pembeli yang ingin melakukan transaksi tunai. Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, mengatakan sistem pembayaran non tunai ini terus digalakkan dan disupport oleh Bank Indonesia (BI). Namun hingga saat ini model transaksi itu masih populer di kawasan jalan tol, dan supermarket, mall. 

"Kita masih terus mendukung transaksi non tunainya. Mulai yang dulu - dulu yang awam itu paling umum transaksi di jalan tol, kemudian di supermarket juga," ujar Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, saat ditemui di Balaikota Malang, Senin (6/5). Menurut dia, untuk menjangkau ke semua lapisan masyarakat pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda). 

"Misalnya area parkir semuanya sistemnya pakai kartu nanti. Seperti di Bali itu sudah nggak pakai uang tunai lagi," imbuhnya. Dengan menggunakan sistem cashless ini, pembayaran apapun dinilai lebih efektif dan efisien. Seperti ketika mendatangi kawasan UMKM, kedai ataupun warung makan semuanya akan praktis cukup dengan kartu saja. Bahkan metode ini diharapkan bisa mengatasi transaksi tunai yang dinilai menambah pemborosan. Apalagi untuk mencetak uang tunai membutuhkan biaya yang cukup mahal.

"Semuanya kita kembangkan, tapi tujuan kita adalah bagaimana kita mengurangi transaksi tunai. Karena nyetak uang itu mahal, bahkan mencapai triliunan. Kalau non tunai kan bagus, dompet juga rapi, isinya cukup kartu saja dan transaksi lebih efisien," pungkasnya.

End of content

No more pages to load