Atasi Masalah Limbah Sayur dan Buah Busuk, Desa Sumbergondo Kembangkan Komposter Anaerob

May 06, 2019 18:33
Anditya Fitrawan salah satu Bumdes Rejeki Barokah Desa Sumbergondo saat menunjukkan komposter di Desa Sumbergondo.
Anditya Fitrawan salah satu Bumdes Rejeki Barokah Desa Sumbergondo saat menunjukkan komposter di Desa Sumbergondo.

MALANGTIMES - Limbah sampah sayur menjadi masalah bagi petani di beberapa desa, mereka seringkali membuangnya sembarangan. Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, warga Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji berinisiatif membangun komposter anaerob.

Komposter anaerob ini berfungsi untuk menampung limbah buah dan sayur yang busuk dari petani. Dimana limbah sayur dan buah itu bisa diolah menjadi pupuk.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Di sana ada empat tempat untuk menampung sampah buah dan sayur ini. Masing-masing memiliki ukuran lebar tiga meter dan luasnya dua meter dengan tinggi 1,2 meter. 

Tempat komposter ini dibangun dari batu bata, yang kemudian disemen dibentuk persegi panjang. Untuk bagian bawahnya dilapisi batu koral.

Cara penggunaannya, sayuran atau buah-buahan yang busuk atau tidak layak dijual, diletakkan di dalam komposter itu. Kemudian dibiarkan selama kurang lebih 8 hari.

“Setelah dibiarkan selama 8 hari, akan keluar cairan. Cairan itu nanti harus difermentasi lagi kurang lebih tiga hari. Baru bisa diaplikasikan ke tanaman sebagai pupuk,” kata Anditya Fitrawan salah satu Bumdes Rejeki Barokah Desa Sumbergondo.

“Kalau mau mengaplikasikan ke tanaman dicampur dengan air. Dari empat wadah ini baru satu yang difungsikan,” imbuhnya.

Ia menambahkan adanya komposter ini sebagai solusi agar petani tidak membuang sampah sayur dan buah di sungai. Hanya saja, komposter ini masih dalam tahapan uji coba.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

“Ini baru tahap uji coba, kurang lebih baru satu bulan. Sejauh ini kita sudah dapat sekitar 75 liter,” tambah Anditya.

Komposter ini khusus untuk limbah sayur dan buah saja. Tidak bisa untuk limbah rumah tangga. Karena jika dicampur akan menimbulkan belatung, dan tidak bisa dijadikan pupuk.

“Berbeda lagi kalau dicampur dengan plastik, akan lebih lama untuk proses pembusukan yang bisa dijadikan pupuk. Anggaran yang digunakan untuk membangun wadah ini sekitar Rp 33 juta dari Bumdes,” tutupnya.

 

Topik
BatuBerita BatuKomposter anaerobLimbah Sayur dan Buah Busuk

Berita Lainnya

Berita

Terbaru