Mulai Pengerjaan Jalan Berlubang, Sutiaji Tertarik Dana Swakelola

MALANGTIMES - Sejak Senin (6/5/2019) ini, sekitar 70 titik ruas jalan rusak dan berlubang di Kota Malang mulai dibenahi. Dalam tahap awal, beberapa titik dengan kerusakan parah akan menjadi prioritas. Di antaranya kawasan Jl Mayjend Panjaitan, Jl Kahuripan, hingga Jl Ade Irma Suryani.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pembenahan jalan berlubang baru dapat dilaksanakan pada pekan ini dikarenakan berbagai hal. Antara lain  proses gagal lelang yang dialami 18 paket proses pengerjaan jalan yang semestinya bisa dilaksanakan awal tahun ini.

"Jadi, 18 paket yang gagal lelang itu menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK) besok," katanya kepada wartawan, Senin (6/5/2019) ketika ditemui di Balai Kota Malang.

Lebih jauh pria berkacamata itu menyampaikan, dana insidental yang dipersiapkan pada penyusunan APBD 2019 memang tidak diprediksi sebelumnya. Sebab, Pemkot Malang saat itu berasumsi 18 paket pembenahan jalan tersebut dapat dilakukan tahun ini. "Jika 18 paket itu berhasil, kami kira akan lain ceritanya," tambah Sutiaji.

Berkaca dari pengalaman hari ini, Sutiaji menyampaikan jika Pemkot Malang akan menyiapkan beberapa skema khusus. Salah satunya dana swakelola seperti yang diterapkan Kota Surabaya. Sehingga, proses penggunaan dana bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. "Model dana swakelola jadi perhatian untuk antisipasi pada 2020 mendatang," imbuhnya lagi.

Sutiaji juga menegaskan jika pembenahan jalan yang dilakukan tersebut bukan dikarenakan protes yang dilayangkan warga. Tetapi, perbaikan jalan itu menjadi bentuk kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang untuk menjamin kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

"Jadi, ini pembenahan jalan bukan karena protes warga. Ini  bentuk kewajiban Pemerintah Kota Malang," tandas politisi Demokrat itu. 

Top