Identitas pasien misterius yang diduga kena tembak di bagian pelipis. / Foto : Rifai / Tulungagung TIMES

Identitas pasien misterius yang diduga kena tembak di bagian pelipis. / Foto : Rifai / Tulungagung TIMES



MALANGTIMES - Kehebohan yang terjadi di Rumah Sakit Arga Husada, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Minggu dini hari,(5/5/2019) kemarin masih menjadi misteri. Saat itu, pihak rumah sakit menerima pasien misterius yang ditinggal  pengantarnya.

Pasien yang kemudian diketahui identitasnya beranama Iwan (39) itu diduga mengalami luka tembak di pelipis sebelah kiri. Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 04.30 WIB datang pasien di IGD RS Arga Husada. Pria tersebut mengalami luka di bagian pelipis  kiri. Diduga luka tersebut akibat tembakan sehingga korban tidak sadarkan diri.

Saat diantar ke rumah sakit, korban menggunakan kaus berwarna biru abu-abu dengan motif garis. Selain itu, korban memakai jaket warna hitam kombinasi lengan abu-abu. Korban menggunakan celana jins warna biru muda.

Dari keterangan petugas medis, Iwan diantar oleh seorang laki-laki berusia sekitar 50 tahun. Pria tersebut mengendarai sepeda motor Yamaha Mio.

"Orang yang mengantarkan korban saat dicari petugas medis  sudah tidak ada di tempat. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih untuk proses lebih lanjut," jelas Kapolsek Ngadiluwih AKP Shokib Dimyati.

Menerima laporan tersebut. petugas Polsek Ngadiluwih mendatangi lokasi kejadian. Petugas meminta keterangan dari pihak rumah sakit mengenai kronologi kedatangan Iwan  guna melakukan penyelidikan.

Untuk mengetahui apakah merupakan korban penembakan, Iwan dilarikan ke Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung. 

Saat ditelusuri ke Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung, Kepala Bagian Humas Muhammad Rifai membenarkan telah menerima pasien yang dimaksud. "Setelah kami  telusuri, pasien yang dimaksud datang ke rumah sakit sekitar pukul 06.30 wib," kata Rifai.

Setelah masuk IGD dan ditempatkan di Yellow Zone, pasien diberi tindakan pertolongan sebagaimana prosedur yang berlaku. "Namun pada pukul 14.00, pasien ini minta pulang paksa," ungkapnya.

Rifai tidak dapat memastikan apakah luka yang ada di pelipis korban merupakan luka akibat tembakan atau masalah lain. "Masih belum jelas (luka) akibat tembakan atau bukan. Rumah sakit tugasnya merawat pasien, apa pun keadaannya, tanpa membedakan," jelas dia.

Dari data yang diterima rumah sakit, Iwan mengaku sebagai warga RT 4 RW 1 Tandes Kidul, Surabaya. Hingga kini, masih menjadi misteri soal siapa sosok Iwan yang datang diantar orang dan pulang paksa dari rumah sakit setelah diketahui masih dalam kondisi sakit di pelipis yang diduga akibat tembakan.

Belum ada konfirmasi dari pihak berwajib mengenai sosok Iwan dan penyebab luka yang dideritanya.

End of content

No more pages to load