Proses pelayanan jemput bola Dispendukcapil yang direspon positif para pemula yang akan melakukan perekaman (Nana)

Proses pelayanan jemput bola Dispendukcapil yang direspon positif para pemula yang akan melakukan perekaman (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang mematok target penyelesaian perekaman bagi warga yang usianya sudah wajib memiliki kartu identitas diri. Yakni, sebanyak 35 ribu warga Kabupaten Malang di tahun 2019 ini.

Target tersebut, menurut Shirath Aziez Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Data Kependudukan Dispendukcapil Kabupaten Malang, akan lebih banyak fokus pada warga pemula yang berasal dari pelajar atau yang usianya sudah masuk dan wajib memiliki kartu identitas.

"Target itu untuk pemula yang tentunya setiap tahun perlu kita antisipasi lonjakannya dalam pengurusan kartu identitas. Khususnya dalam perekaman data kependudukannya," kata Shirath kepada MalangTIMES, Minggu (05/05/2019).

Target 35 ribu perekaman tahun 2019, sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun. Dimana, Dispendukcapil Kabupaten Malang, secara langsung turun ke berbagai sekolahan di wilayah Kepanjen dan sekitarnya. Para petugas Dispendukcapil ini yang melakukan perekaman kepada para pelajar yang usianya telah wajib memiliki kartu identitas.

Perekaman menjadi langkah awal bagi warga untuk mendapatkan KTP-Elektronik. Melalui proses ini, apabila blangko KTP-el sedang kosong, mereka tinggal menunggu proses cetaknya dengan membawa surat keterangan (Suket). Tapi, bila ketersedian blangko cukup, warga di hari itu juga sudah bisa mengantongi KTP-el.

"Untuk blangko KTP-el tahun ini aman, masih cukup. Apabila stok sudah menipis, kita langsung mengajukan ke pusat. Jadi aman untuk soal ini. Karenanya tahun ini kita fokus dulu untuk perekaman bagi pemula," ujar Shirath.

Target Dispendukcapil Kabupaten Malang juga didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Dimana, dari setiap kegiatan yang dilakukan di tingkat desa melalui program Jebol Anduk, pemohon untuk perekaman masih terbilang banyak. Serta didominasi oleh kalangan pelajar yang sudah cukup unur sesuai regulasi kependudukan. Selain pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) maupun administrasi kelahiran dan kematian.

"Dari data di lapangan seperti itu. Selain pelayanan perekaman bagi pemula juga terkait perubahan status, pindah alamat dan pindah datang yang cukup banyak juga. Tentu pencetakan KTP-el masih ada, tapi tidak lagi terlalu dominan," ujar Shirath.

Di kesempatan berbeda, perekaman bagi pemula maupun warga yang belum melakukannya memang terbilang tinggi antusiasnya. Kegiatan Dispendukcapil, baik melalui Jebol Anduk maupun yang khusus menyisir pelajar di berbagai sekolahan untuk melakukan perekaman, disambut baik.

Arie Rukmanto, pelajar dari Jatikerto, Kromengan, menyampaikan, jemput bola petugas ke desa dan sekolah memang dinantinya. "Kalau begini kita dimudahkan, tidak jauh-jauh untuk ngurus KTP-el. Jadi semangat juga untuk datang dibanding harus ke kecamatan atau ke Kepanjen," ujarnya saat ditemui MalangTIMES.com.

 

End of content

No more pages to load