Narkoba Masih Merajalela, Polisi Kembali Bekuk Pemuda Budak Narkoba

MALANGTIMES - Gencarnya penangakapan terhadap para pengguna maupun pengedar narkoba, tak membuat jaringan mundur. Mereka bahkan makin agresif untuk memasarkan barang haram tersebut. 

Lihat saja pada salah satu jaringan yang berhasil dibekuk polisi. Yakni, Yusuf Fatoni alias Usom (23), warga asal Jl Bantaran Terusan II, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pengedar narkoba yang diketahui masih menjadi mahasiswa ini harus mendekam di ruang tahanan. 

Dia ditangkap petugas karena kedapatan membawa narkoba. Ia ditangkap belum lama ini, setelah petugas mendapatkan informasi adanya pengedar narkoba yang akan melakukan transaksi di Jl Candi Telaga Wangi, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

Dari informasi itu, petugas langsung saja melakukan penyelidikan. Petugas pun segera meluncur ke lokasi diduga akan dijadikan tempat transaksi. Setelah tiba di kawasan Jl Candi Telaga Wangi, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, benar saja, petugas melihat pelaku dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Tak menunggu lama, petugas langsung mendatangi pelaku dan langsung mengamankannya. Saat digeledah, pelaku tak bisa mengelak saat kedapatan membawa barang bukti berupa 4 poket kecil SS (Sabu-Sabu) total berat 2,11 gram dan 52 butir ekstasi.

"Saat itu BB dua poket sabu disembunyikan pelaku dalam dompetnya dan setelah dikembangkan, ditemukan pula 2 poket SS dan 52 butir pil ekstasi yang disimpan dalam kotak kertas," beber Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat kepada malangtimes.com. 

Meskipun sudah kedapatan membawa sejumlah narkoba, namun pelaku mengaku jika dirinya bukanlah sebagai pengedar narkoba, melainkan hanya sebagai seorang kurir.

Dan hingga saat ini (5/4/2019), petugas masih terus melakukan pemeriksaan kepada pelaku, guna mengungkap keterlibatan pelaku dalam kasus tersebut, apakah memang hanya sebagai kurir atau juga sebagai pengedar narkoba.

Pelaku terancam pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. "Untuk Pasal 114 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009, ancaman penjaranya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya

 

Top