Atasi Macet, Kota Malang Bakal Adopsi Cara Kota Surabaya

May 05, 2019 11:56
Kondisi kemacetan Kota Malang di kawasan Arjosari yang hampir terjadi setiap jam (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kondisi kemacetan Kota Malang di kawasan Arjosari yang hampir terjadi setiap jam (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Tingkat kemacetan Kota Malang jauh lebih besar dibanding Kota Surabaya. 

Dari hasil survei yang dilakukan tahun lalu, Kota Malang menduduki peringkat ketiga sebagai Kota termacet di Indonesia. 

Sementara Surabaya menempati posisi ke delapan.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan tingkat kemacetan kota pahlawan itu dapat ditekan lantaran Surabaya memiliki hasil penelitian yang dapat memantau pergerakan manusia. 

Sehingga, Pemkot Surabaya dapat memprediksi kemungkinan kepadatan jalan. 

Alhasil, kemacetan terjadi pada jam tertentu saja dan tidak seperti Kota Malang yang hampir setiap jam selalu mengalami kemacetan.

"Itu sebabnya, ke depan kita bisa lakukan hal yang sama. Pembangunan kita, termasuk atasi macet akan berbasis ilmiah dan penelitian," kata pria berkacamata itu belum lama ini.

Dia menjelaskan, untuk menghasilkan survei dan penelitian memang bukan hal yang murah. 

Namun dia menilai itu menjadi harga mahal yang harus dibayar untuk kemajuan dan kebaikan Kota Malang ke depan.

Terlebih, lanjutnya, tol Malang Pandaan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. 

Sehingga diprediksi, jumlah kendaraan yang akan masuk ke Kota Pendidikan ini akan bertambah besar dibanding sekarang.

"Pembangunan berbasis penelitian dan karya ilmiah ini harus terus didorong," imbuhnya.

Baca Juga : Pengurangan Kapasitas, 45 Ribu Tiket KA di Jatim Dibatalkan

Selain itu, upaya lain dalam mengatasi kemacetan menurutnya juga terus dilakukan. 

Mulai dari rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan yang masih dilakukan sampai sekarang, hingga pembenahan dan pemeliharaan jalan.

"Dan memang harus ada solusi lain yang segera dilakukan. Mengingat jumlah kendaraan di Kota Malang juga terus mengalami pertambahan," imbuhnya.

Dalam data yang ia miliki, jumlah kendaraan di Kota Malang terus bertambah sejak 2012. 

Sebanyak 858.666 kendaraan tercatat pada 2012, dan naik menjadi 895.556 pada 2013.

Angka itu terus bertambah menjadi 898.556 pada 2014 dan 943.156 pada 2015. 

Selanjutnya jumlah kendaraan di Kota Malang mencapai 1.045.380 pada 2016.

Topik
Kemacetan Kota Malangatasi macetWali Kota MalangSutiajiadopsi cara kota surabayaPemkot Surabaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru