Dua pelajar kelas 9 SMP Islam Kalipare saat mempraktekkan membatik di depan standnya (Nana)
Dua pelajar kelas 9 SMP Islam Kalipare saat mempraktekkan membatik di depan standnya (Nana)

MALANGTIMES - Pameran pendidikan merayakan Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) yang diikuti 33 perwakilan kecamatan se-Kabupaten Malang, akhirnya ditutup. Kemeriahan serta keunikan produk yang diusung oleh 33 stand yang menggambarkan miniaturnya Kabupaten Malang, ternyata dinilai oleh tim juri dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang.

 "Seluruh stand pameran akan dinilai oleh tim juri. Tapi, bagi saya semuanya luar biasa potensi dan kreasi para pelajar Kabupaten Malang," kata M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang, Sabtu (04/09/2019) kepada malangtimes.com.

Baca Juga : Kemendikbud Beri Tambahan 1 Semester untuk Mahasiswa yang Terancam DO

Terdapat 3 juri yang melakukan penilaian terhadap 9 item di 33 stand dalam pameran pendidikan yang digelar di halaman kantor Disdik Kabupaten Malang. Penilaian yang dilakukan oleh Niniek Sri Handari, Woro Pratiningsih dan Sulastri menobatkan stand nomor 29 perwakilan kecamatan Kalipare menjadi juara 1 pameran pendidikan. "Juara 1 pameran pendidikan diraih oleh Kalipare karena memenuhi 9 aspek yang kita nilai," ujar Niniek yang bersama kedua rekannya sepakat memberikan nilai 244.

Tim Kalipare sejak awal memang telah mencuri perhatian banyak orang serta Kepala Disdik Kabupaten Malang. Mengusung warisan nenek moyang yang dilestarikan oleh para pelajar SMP di Kalipare, yaitu batik.

M Hidayat Kepala Kadisdik Kabupaten Malang, asyik melihat dua pelajar SMP Kalipare yang sedang membatik (Nana)

Melalui pengajaran secara berkala dan masuk kurikulum seni budaya, batik di sekolahan Kalipare memang sejak awal berpotensi juara. Selain tentunya juga sekolahan Kalipare memiliki jejak juara dalam pameran pendidikan. Yakni pernah menyabet juara II pameran pendidikan se-Malang Raya.

"Kami memperkenalkab budaya luhur nenek moyang yaitu batik di sekolahan. Dari kelas 7 sampai 9. Ini upaya kami dalam melestarikan serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik," terang Septryana Resmawaty guru seni budaya SMP Islam Kalipare kepada malangtimes.com.

Uniknya, di stand Kalipare bukan hanya memajang hasil kreasi para pelajar saja tapi, juga pelajarnya mempraktekkan secara langsung membatik, tepat di depan stand nomor 29 ini. "Ini agar masyarakat juga mengetahui bahwa batik tulis kami memang buatan pelajar," ujar Septryana yang sejak awal optimis standnya akan keluar menjadi juara.

Baca Juga : Guru Berbagi, Laman Khusus untuk Tukar RPP Antar Guru

Dari aspek yang dinilai juri di 33 stand, terdapat 9 item yang semuanya terangkum di stand Kalipare. 9 item tersebut adalah kreasi, inovasi, menginspirasi, bermanfaat, ekonomi, menarik, serasi, ramah dan sesuai dengan tema hardiknas 2019. "9 item itu yang terlihat di stand Kalipare sehingga keluar sebagai juara 1," ucap Naniek.

Di urutan kedua, stand nomor 01 dari Sumberpucung yang terpilih dengan nilai 243. Sedangkan juara 3 diraih oleh stand 05 dari kecamatan Wajak dengan nilai 239.

M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang berharap bahwa berbagai kreasi yang menghasilkan produk dari para pelajar tersebut untuk terus dikembangkan. "Semoga terus dikembangkan di seluruh sekolah. Ini akan menjadi bagian dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Malang. Karena prestasi pendidikan bukan hanya akademis saja, tapi juga non akademis," pungkasnya.