Tari Dong-Dongan yang ditampilkan pelajar Turen dalam Hardiknas 2019 (Nana)
Tari Dong-Dongan yang ditampilkan pelajar Turen dalam Hardiknas 2019 (Nana)

MALANGTIMES - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, tidak hanya berupa pameran pendidikan saja. 

Tapi, Disdik juga memberikan ruang lebar bagi para pelajar mengekspresikan minat bakatnya dalam seni budaya.

Melalui gebyar seni, Disdik Kabupaten Malang pun memberikan panggung bagi para pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Malang, unjuk gigi. 

Dari penampilan seni Al-Banjari yang dibawakan para siswa dari Wajak, sampai berbagai tari tradisi Malangan, dipertontonkan oleh para pelajar di peringatan Hardiknas 2019.

M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang menyampaikan, bahwa digelarnya gebyar seni bagi para pelajar di Kabupaten Malang, sebagai bagian dalam memajukan kebudayaan, khususnya kesenian tradisi.

Tari Topeng mengawali acara peringatan Hardiknas 2019 (Nana)

"Kita memberikan ruang lebar untuk para pelajar mengasah minat dan bakat seni budaya. Di berbagai sekolah, ada ekstrakurikuler terkait itu. Dan kita sangat mendukungnya, karena pendidikan bukan hanya bicara aspek akademis saja," kata Dayat sapaan Kadisdik Kabupaten Malang kepada MalangTIMES, Sabtu (04/05/2019).

Ruang lebar dalam pengembangan seni budaya tradisi, pada khususnya, di berbagai sekolahan. 

Juga ditindaklanjuti dengan ruang berekspresi pelajar diberbagai acara Disdik Kabupaten Malang. 

"Seperti saat ini, kita tampilkan gebyar seni. Berbagai tari tradisi Malangan bisa ditonton oleh kita yang ditampilkan anak-anak secara luar biasa," ujar Dayat.

Sebut saja tari Dong-Dongan yang dimainkan para tiga pelajar dari Turen. 

Tari permainan kanak-kanak tersebut cukup menyedot antusias penonton. 

Dimana dengan lincah dan luwesnya ketiga pelajar dari Turen tersebut menarikan kisah permainan anak-anak yang saat ini sudah jarang terlihat.

Tari Topeng yang jadi pembuka acara pun dimainkan dengan rancak oleh para pelajar SMP dan mampu membuat kekaguman para penonton. 

Pun, tari remo, selendang biru sampai tari grebek Jawa, cukup memberikan harapan besar bahwa seni tradisional masih akan bernafas panjang di Kabupaten Malang.

"Saya pribadi bangga dengan minat dan bakat para pelajar atas seni budaya ini. Artinya, masih akan ada generasi penerus yang akan tetap menghidupkan berbagai seni tradisional ini di Kabupaten Malang," ucap Dayat.

Dayat melanjutkan, Disdik Kabupaten Malang tentunya akan terus mendorong seluruh sekolah untuk melakukan berbagai eksplorasi potensi seni budaya di wilayahnya masing-masing.

Sehingga berbagai warisan nenek moyang berupa tarian akan terus hidup dan menjadi bagian dalam menumbuhkan karakter generasi muda di Kabupaten Malang.

"Kualitas pendidikan tidak hanya aspek akademik saja, tapi juga non akademik. Karena itu kita terus akan dorong berbagai minat bakat pelajar di bidang seni budaya dan lainnya," pungkasnya.