Temukan Kue Kering Lebaran Bercitarasa Cappucino dan Tiramisu di Desa Donowarih Karangploso

May 03, 2019 20:00
Beberapa warga Desa Dosowarih saat mengikuti pelatihan pembuatan snack berbahan kopi. (Foto: Santy for MalangTIMES)
Beberapa warga Desa Dosowarih saat mengikuti pelatihan pembuatan snack berbahan kopi. (Foto: Santy for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jelang bulan Ramadhan, warga Desa Donowarih Karangploso, khususnya para kader PKK dan pegiat UKM Pangan Donowarih mendapat pelatihan pembuatan aneka snack berbahan kopi dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB).

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Menggandeng Chef Hendro dan Chef Krisma dari Food Production Training Centre (FPTC) FTP UB, 12 kader PKK Donowarih belajar membuat soes kering cappuchino serta sagu keju tiramisu.

Kopi sendiri memang sudah agak umum digunakan sebagai bahan kue. Hanya saja menurut Chef Hendro, kali ini sengaja disajikan sebagai kue kering karena menjelang bulan puasa sehingga nantinya dapat dipasarkan sebagai kue lebaran.

"Kami juga sengaja mengolah kopi menjadi tiramisu dan cappuchino untuk mendapat rasa yang kekinian sesuai tren milenial meski sebenarnya kopi yang kami olah adalah komoditas lokal dari Donowarih sendiri," terang Chef Hendro.

Sementara itu Ketua Kader PKK Donowarih Ita Kartika yang juga peserta pelatihan mengaku senang lantaran wawasannya dengan para warga lebih terbuka. Terlebih aneka kue yang diajarkan merupakan inovasi untuk persiapan dipasarkan menjelang lebaran nanti.

"Maksud saya, sus kering dan sagu keju sepertinya sudah umum dijual sebagai kue lebaran, tetapi yang bercitarasa cappucino dan tiramisu relatif masih jarang. Apalagi beberapa peserta pelatihan ini merupakan para pegiat UKM pangan di desa kami dan kopi juga merupakan komoditi Donowarih," ungkapnya.

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Ita sendiri optimis dengan ilmu baru ini, perekonomian warga Donowarih akan meningkat dan nilai kopi di desa tersebut juga dapat lebih meningkat.

"Syukur-syukur ke depannya kue kue ini bisa menjadi ciri khas desa kami sehingga jika ada sus kering cappuchino atau sagukeju tiramisu, orang langsung ingat Donowarih," pungkasnya.

Untuk diketahui, Desa Donowarih Karangploso telah resmi menjadi desa binaan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB). Hal itu dikukuhkan dalam penandatangan nota kesepahaman bernomor 1507/UN10.F10/KS/2019 yang ditanda tangani Dekan FTP UB, Dr. Ir. Imam Santoso, MP dan Kades Donowarih, Sujoko Donoprasetyo.

 

Topik
Kue Kering LebaranUKM Pangan Donowarihaneka snack berbahan kopiFakultas Teknologi Pertanian ubsoes kering cappuchinosagu keju tiramisu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru