Ilustrasi pemandu wisata (Ist)

Ilustrasi pemandu wisata (Ist)



MALANGTIMES - Tidak hanya bergulat di ranah promosi dan penguatan kesadaran wisata di berbagai kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang juga berupaya keras untuk memberikan perlindungan bagi para pemandu wisata di wilayahnya. Melalui program sertifikasi pemandu wisata.

Program sertifikasi pemandu wisata menjadi hal penting dengan semakin pesatnya sektor pariwisata di era globalisasi ini. Dimana, dengan adanya sertifikasi itu, maka para pemandu wisata lokal yang awalnya otodidak akan menjadi profesional. Sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini di sektor pariwisata, dimana wisatawan akan meminta pelayanan maksimal dari para pemandu wisata.

Selain hal itu, dengan program sertifikasi bagi pemandu wisata, maka hak mereka pun terjamin. Dimana, menurut Ainur Rofiq Mansyur Sekretaris Disparbud Kabupaten Malang, dengan sertifikasi maka setiap usaha pariwisata nantinya wajib mempekerjakan tenaga kerja yang sudah memiliki sertifikasi di bidangnya. 

"Sertifikasi bagi pemandu wisata memang menjadi kebutuhan saat ini. Persaingan ketat di sektor pariwisata terus meningkat. Dengan adanya pemandu wisata yang profesional inilah yang akan memperkuat pariwisata kita," kata Rofiq sapaan Sekertaris Disparbud Kabupaten Malang. 

Rofiq melanjutkan, banyak kelebihan bagi para pemandu wisata yang tersertifikasi. Selain adanya legalitas, legitimasi kepada mereka pun akan semakin kuat. "Misalnya kewajiban untuk mempekerjakan mereka oleh setiap usaha di bidang pariwisata," ujarnya yang juga menyatakan bahwa sertifikasi pemandu wisata sudah lama dilakukan di berbagai negara yang  mengelola dan bertumpu pembangunannya di sektor pariwisata. 

Dari data Disparbud Kabupaten Malang, upaya untuk meningkatkan profesionalisme pemandu wisata telah dilaksanakan dua kali. Pertama, di sekitar awal tahun 2018 lalu, dimana Disparbud mengadakan sertifikasi yang juga melibatkan front office. Kedua, yang baru dilaksanakan hari kemarin (02/05/2019) sampai Jumat (03/05/2019) di Ubud Hotel Kota Malang. Dimana di acara sertifikasi itu diikuti sebanyak 55 orang pemandu wisata di Kabupaten Malang.

Hal ini dibenarkan oleh Wendy Hermawan, Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Disparbud Kabupaten Malang, yang mengatakan, pihaknya memang telah dua kali ini melehat sertifikasi dengan melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Nasional (LSP Parnas). 

"Kalau yang pertama untuk pemandu wisata kategori umum. Sedang yang saat ini sertifikasi khusus kategori ekowisata" ujar Wendy. 
Senada dengan Rofiq, Wendy juga mengatakan sertifikasi menjadi sangat penting di era saat ini. Dimana, industri pariwisata memang membutuhkan pemandu wisata yang profesional dan bersertifikasi. Wisatawan pun semakin selektif di era persaingan industri pariwisata menjadi sangat ketat di berbagai negara maupun daerah.

"Wisatawan tentunya membutuhkan pemandu wisata yang piawai untuk menjelaskan berbagai potensi pariwisata yang didatanginya. Bila pemandu wisata tidak profesional, maka tentu akan menimbulkan citra pariwisata yang tidak baik. Ujungnya adalah tidak akan ada wisatawan yang akan datang," terang Wendy.

Dirinya juga mengatakan, saat disinggung terkait pemilihan pemandu wisata yang akan disertifikasi. Bahwa, pemilihan kegiatan sertifikasi  kategori ekowisata disesuaikan dengan potensi pariwisata di Kabupaten Malang yang mayoritas adalah alam. Seperti pantai dan gunung maupun berbagai destinasi wisata baru berbasis alam. "Sehingga, dibutuhkan pemandu wisata yang andal serta profesional dalam bidang tersebut," pungkas Wendy.

End of content

No more pages to load